Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memprediksi puncak kasus varian Omicron bisa tiga sampai enam kali lebih tinggi dari varian Delta. Bila puncak kasus varian Delta pada tahun lalu mencapai 56.757 kasus, maka puncak kasus varian Omicron yang diprediksi hingga akhir Februari 2022 bisa mencapai 170.000 hingga 340.000 kasus.
"Di akhir Februari atau awal Maret 2022 merupakan puncak kasus Omicron. Puncak kasusnya diprediksi bisa tiga kali sampai dengan enam kali lebih tinggi dari puncak varian Delta," kata juru bicara vaksinasi Kemenkes dr.Siti Nadia Tarmizi.
Tetapi, kata Siti Nadia,peningkatan kasus varian Omicron yang sangat signifikan tidak berbanding lurus dengan tingkat perawatan di rumahsakit yang rendah. Namun, harus tetap waspada, mengingat penularan varian Omicron lebih cepat, sehingga potensi meningkatkan keterisian perawatan di rumah sakit.
Sedangkan Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kemenkes, Abdul Kadir meminta pasien dengan gejala ringan bahkan tidak bergejala agar tidak berlomba-lomba masuk ke rumahsakit.Kecuali untuk kategori sedang, berat, dan kritis, sehingga rumah sakit tidak terbebani.
" Gejala varian Omicron tidak seberat Delta. Kebanyakan tanpa gejala sampai gejala ringan. Tetapi harus tetap berhati-hati dan waspada, sebab Omicron tetap berbahaya bagi lansia, yang memiliki komorbid, belum divaksin, dan anak-anak," kata Abdul Kadir.
Update Covid-19 Nasional
Sementara update informasi covid-19 dari 510 Kabupaten/Kota di 34 Provinsi wilayah Indonesia yang diperoleh Satgas Covid-19 hingga Jumat 11 Februari 2022 pukul 12.00 Wib. Tercatat jumlah total penambahan kasus terkonfirmasi positif virus covid-19 dan pasien sembuh serta meninggal adalah:
Pasien positif + 40.489 jumlah total 4.708.043 orang
Pasien sembuh + 15.767 jumlah total 4.250.277 orang
Pasien meninggal + 100 jumlah total 144.958 orang
Update covid-19 di DKI
Sedangkan update informasi data dari fasilitas kesehatan yang telah dilaporkan Pemprov DKI ke Kementerian Kesehatan RI pada Jumat 11 Februari 2022.Tercatat jumlah total kasus terkonfirmasi positif, pasien sembuh, pasien dirawat dan isolasi mandiri serta meninggal di wilayah DKI Jakarta adalah:
Pasien Positif + 10.707 jumlah total 1.040.619 orang
Pasien Meninggal + 39 jumlah total 13.950 orang
Pasien sembuh + 15.979 jumlah total 945.079 orang
.jpeg)
Foto : Situasi Covid-19 di Indonesia periode 10 Februari 2022
Juru bicara Satgas Penanganan Covid-19, Prof. Wiku Adisasmito juga mengingatkan bahwa orang terkonfirmasi Covid-19 dan tidak bergejala (OTG) tetap mampu menularkan virus kepada orang lain.
"Orang yang tampak sehat-sehat saja juga belum tentu terbebas dari Covid 19," kata Prof. Wiku.
Faktanya, kata Wiku, tidak semua kasus positif Covid-19 di lapangan dapat ter-skrining 100 persen. Padahal, dalam kondisi pandemi, testing menjadi tolak ukur tunggal penentuan diagnosis penyakit.
Menurutnya, hal paling penting saat ini adalah selalu menerapkan protokol kesehatan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan) secara menyeluruh bagi orang sehat maupun sakit. Penting selalu diingatkan, agar orang terkonfirmasi positif tetapi tanpa gejala agar tetap berhati-hati dengan mengisolasi dirinya. 0 son