Kamis, 07 Oktober 2010

Nilai 5 Untuk Foke-Prijanto

Ist.
Beritabatavia.com - Tiga tahun kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo dan Wakil Gubernur Prijanto tidak memberikan perubahan yang berarti bagi Jakarta. Penilaian ini disampaikan Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Nurkolis Hidayat, Kamis (7/10). Menurut Nurkolis, apa yang dilakukan pasangan Foke-Prijanto masih sama dengan pemerintahan sebelumnya.

"Biasa-biasa saja. Angka penilaian 5-6 saya rasa cukup fair untuk mereka. Tidak ada kebijakan yang berarti dan bisa dibanggakan. Masih sama saja dengan yang dulu," ujar Nurkolis.

Kebijakan dan anggaran pemerintah provinsi DKI Jakarta, kata Nurkolis, tidak transparan, partisipatif, dan akuntabel. "Politik penggusuran tidak berubah, masih banyak penggusuran paksa. Pemprov mengklaim ada pembangunan rumah susun untuk rakyat miskin, tapi banyak yang peruntukannya justru tidak tepat sasaran," tuturnya.

Dalam hal penggusuran, tambah Nurkolis, pemrov DKI seharusnya melakukan pendekatan yang sistematis, bukan hanya memberikan waktu jeda penggusuran.

"Tupoksi Satpol PP seharusnya diubah untuk mengurangi konflik terbuka yang terjadi akibat penggusuran paksa. Harus ada kebijakan yang lebih berkeadilan," ujarnya.

Namun, Nurkolis mengatakan pemerintahan Foke-Prijanto memiliki sisi positif dalam hal kebijakan dan anggaran pendidikan. "Anggaran pendidikan naik jadi 37%. Ini bagus dari sisi policy dan anggaran, tapi sayang tidak diikuti dengan monitoring yang baik. Kita di LBH banyak menerima komplain dari asosiasi guru dan orang tua," katanya. o tnr/nor