Rumah Sumiyati (43) di kawasan Pulo Gadung, Jakarta Timur didatangi pria yang mengaku sebagai polisi yang sedang mengejar seorang pelaku kejahatan bernama Hendrik. Sumiyati melihat sepucuk pistol terselip dipinggang salah satu diantara pria tersebut.
Saat itulah pria itu meminta izin agar diperbolehkan masuk ke dalam rumah untuk mencari tersangka Hendrik. Bukan hanya itu, Sumiyati juga diminta agar keluar rumah supaya tidak mengganggu proses penyelidikan maupun penangkapan yang akan dilakukan terhadap tersangka pelaku.
Usai para pria melakukan penyelidikan, barulah Sumiyati sadar barang-barang berharga miliknya ludes digasak para pria yang mengaku sebagai anggota Polisi itu. Kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polsek Metro Pulogadung, Jakarta Timur.
Kanit Reskrim Polsek Metro Pulogadung AKP Heru Sugianto membenarkan peristiwa tersebut. Kini pihaknya tengah mengejar pelaku pencurian di rumah korban bernama Sumiyati.
"Kami sudah cek TKP, kemudian lagi melakukan penyelidikan untuk menangkap pelakunya," ujar AKP Heru saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (16/3/2022).
Menurut AKP Heru, berdasarkan keterangan korban Sumiyati, pelaku mengaku sebagai aparat kepolisian yang tengah memburu pelaku pencurian bernama Hendrik. Kemudian, korban diminta keluar rumah dan pelaku masuk ke dalam rumah. Polisi gadungan ini pun leluasa menggasak emas, ponsel dan uang tunai sebesar Rp300 ribu milik Sumiyati. Total kerugian korban Rp2,7 juta.
"Pelaku tidak menodong, cuma menunjukkan saja di pinggangnya ada senpi (pistol), dia mengakunya aparat. Jadi seolah-olah anak korban ini dibilang pelaku kejahatan," ujar AKP Heru.0 son