Kamis, 07 Oktober 2010
Foke Kecewa Kepemimpinannya Dikritik
Beritabatavia.com - Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo kecewa dengan kritikan berbagai pihak yang menyatakan kepemimpinannya selama tiga tahun ini tidak memberikan perubahan bagi Jakarta.
Khusus mengenai kemacetan, Foke, sapaan akrab Fauzi Bowo, justru menantang pemerintah pusat untuk ikut berperan. Foke justru mempertanyakan apakah pemerintah pusat dapat menggunakan kebijakan fiskal mengurangi peredaran mobil baru.
"Anda punya hak untuk bicara apa saja. Sekarang Anda tuang air terus menerus tak berhenti, lama-lama jadi luber kan, itu bukti kenapa jumlah kendaraan tak bisa dibatasi," ujar Foke di Balai Kota, Kamis (7/10).
Foke juga membantah penilaian beberapa pihak yang menyatakan dirinya beserta jajarannya tak serius menangani masalah banjir di Jakarta. Foke menegaskan, penanganan masalah banjir sudah berhasil.
Buktinya pembangunan kanal banjir timur (KBT) sudah selesai. "Membebaskan tanah dalam waktu dua tahun dan menyelesaikan kontruksi BKT dianggap bukan hal yang mudah," kata dia.
"Kalau ada yang bilang saya kurang fokus menangani banjir, rasanya kurang tepat. Kalau tidak fokus kerja, tidak akan selesai itu banjir kanal," ujar Foke lagi.
Tidak hanya itu, Foke mengaku masih banyak hal lain selain banjir yang harus dipikirkan. "Bukan itu saja yang harus Saya kerjakan, yang lain juga harus dikerjakan," keluhnya.
Di blognya, pada Rabu 6 Oktober 2010, Fauzi Bowo mengklaim telah melakukan kemajuan untuk Jakarta dalam berbagai bidang. Yakni, pembangunan sektor transportasi berorientasi pada Pola Transportasi Makro (PTM) dan membangunan trasportasi massal, salah satu keberhasilan untuk mengatasi macet Jakarta.
Klaim kemajuan lain yang telah dilakukan Fauzi Bowo untuk Jakarta antara lain, mengatasi banjir, dengan BKT, meningkatkan jaringan jalan, merancang jalur kereta lingkar, melakukan pelelangan pembangunan Terminal Pulogebang, dan merancang jalan berbayar atau electronic road pricing (ERP). o vnc/nor