Beritabatavia.com - Jangan terlalu berlebihan bila melakukan update status di Facebook. Menurut penelitian, mereka yang sangat bergantung pada Facebook
cenderung tidak mempunyai teman lagi di dunia maya, karena
sahabat-sahabat mereka di jejaring sosial itu mulai risih dan bosan
dengan 'status' mereka yang diperbaharui tanpa henti dan hanya berisi
hal-hal sepele.
Menjadi bosan adalah dosa nomor satu dalam dunia
online yang kini telah menimpa 500 juta pengguna internet di seluruh
dunia, demikian hasil penelitian itu seperti yang dikutip Daily Mail, Jumat (8/10)
Jika bosan maka seseorang akan cenderung memutuskan untuk
tidak lagi menjadi teman dari si pecandu Facebook di dunia maya, dan
bahkan menghapusnya dari daftar teman'.
Para peneliti dari Denver
Business School, University Of Colorado, menganalisis 1500 akun
Facebook dalam penelitian itu untuk menemukan apa alasan utama orang
tidak lagi ingin berteman dalam jejaring sosial itu.
Riset itu
kemudian menemukan bahwa sebagian besar orang bosan berteman dalam
Facebook karena risih membaca 'status' sepele seperti 'menu sarapan'
seseorang, 'lama perjalanan ke kantor' atau jika menyebut 'seleb fovorit
saat ini'.
Menulis soal politik atau agama serta membuat
komentar-komentar yang berbau rasis dan kasar juga menjadi alasan orang
enggan terus berteman di Facebook.
Menurut survei itu, putusnya
hubungan pertemanan di Facebook juga terjadi ketika anak-anak mencegah
orang tua mereka masuk dan ikut campur dalam urusan mereka di dunia
maya. Selain itu putusnya hubungan pertemanan di dunia nyata biasanya
juga berbuntut hancurnya hubungan di dunia maya.
57 persen
pemutusan hubungan pertemanan di dunia maya terjadi karena hal-hal yang
dilakukan di dunia maya sedangkan 27 persen lainnya karena kejadian di
dunia nyata.
"Postingan keseratus tentang band kesukaan Anda
tidak lagi menarik. Yang juga bikin orang lain bosan adalah adanya
kutup-kutub agama dan politik," kata Christopher Siboa, dari University
Of Colorado.
"Mereka tidak ingin berbicara tentang agama atau politik baik di kantor demikian pun di dunia maya," ucap Siboa lagi.
Akan
tetapi, Siboa menambahkan, orang justru tidak merasa terganggu jika
dihapus sebagai sahabat dalam situs pertemanan Facebook. Bahkan mereka
merasa senang dan tidak kapok.
Dia mengingatkan bahwa di zaman
ini para calon majikan akan mencari tahu sosok calon karyawannya hingga
ke dunia maya. "Komentar-komentar anda yang membuat anda diputus
hubungan pertemanannya, mungkin juga dipandang sebagai hal yang negatif
oleh calon atasan," kata Sibona.
9 teratas penyebab pemutusan hubungan pertemanan di Facebook :
- komentar yang membosankan
- terlalu sering "update" status
- kasar
- komentar rasis
- membahas politik
- membahas agama
- berakhirnya hubungan asmara (di dunia maya maupun dunia nyata)
- cekcok di dunia nyata
- cekcok di dunia maya