Pucuk pimpinan tiga pasukan elit TNI berganti nama sebutan, yang sebelumnya dijabat oleh Perwira Tinggi bintang dua dengan sebutan Komandan menjadi Panglima Komando/Panglima Korps, dengan pangkat perwira tinggi (Pati) bintang tiga.
Elit Angkatan Darat, Komando Pasukan Khusus (Kopassus) menjadi Panglima Kopassus (Pangkopassus), dijabat Letnan Jenderal (Letjen) TNI Djon Afriandi. Angkatan Laut, Korps Marinir (Kormar) menjadi Panglima Kormar (Pangkormar), Letjen TNI (Mar) Endi Supardi. Elit Angkatan Udara, Korps Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat) menjadi Panglima Kopasgat (Pangkopasgat), Marsekal Madya (Marsdya) TNI Deny Muis.
Validasi Orgas (Organisasi) tersebut tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor: 84 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Perpres Nomor: 66 Tahun 2019 tentang Susunan Organisasi TNI, dengan sebutan Panglima Komando/Korps.
Panglima pasukan elit dari ketiga matra TNI resmi dilantik dan menyandang pangkat bintang tiga, pada Minggu 10 Agustus 2025, dalam Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer (Gepaopshormil), di Pusdiklatpassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat.
Dengan demikian, Letjen TNI (Mar) Endi Supardi, masuk bursa calon Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL). Abituren AAL 1990 ini disebut juga layak dan cocok sebagai KSAL.
Selain Endi, ada lima Pati lainnya sebagai calon KSAL, yaitu, Laksamana Madya (Laksdya) TNI Irvansyah, Laksdya TNI Agus Hariadi, Laksdya TNI Hersan, Laksdya TNI Denni Hendrata, dan Laksdya TNI Erwin Aldedharma.
Bursa calon KSAL kembali mengemuka seiring dinamika suksesi di tubuh TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Muhammad Ali masuk pensiun. Pergantian ini menjadi krusial mengingat tantangan keamanan maritim, dinamika geopolitik dan kebutuhan organisasi. 0ferry