Sabtu, 27 Juni 2026

IBVOS Cup XIX Kembali Mengguncang Ngawi, Ajang Bergengsi Pemburu Talenta Bola Voli

Ist.
Beritabatavia.com -

Ngawi – Lagi-lagi Turnamen Bola Voli IBVOS Cup XIX kembali menjadi magnet olahraga di Kabupaten Ngawi. Memasuki babak 32 besar, ribuan penonton memadati arena pertandingan untuk menyaksikan persaingan antar tim terbaik. Antusiasme masyarakat yang terus meningkat membuktikan bahwa IBVOS Cup bukan sekadar kompetisi, tetapi telah menjadi tradisi olahraga yang dinanti setiap tahunnya.

Di balik kemeriahan turnamen tersebut, terdapat sejarah panjang IBVOS (Ikatan Bola Voli Sukorejo) yang berdiri sejak 1977 di Desa Sukorejo, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi. Organisasi ini didirikan oleh Setiawan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat melalui pembinaan olahraga bola voli. Selama hampir lima dekade, IBVOS terus konsisten melahirkan atlet-atlet berbakat sekaligus menjadi wadah pembinaan karakter, disiplin, dan sportivitas bagi generasi muda.

"Sejak berdiri pada tahun 1977, IBVOS mengabdi untuk negeri melalui pembinaan olahraga bola voli. Kami ingin dari desa lahir atlet-atlet profesional yang mampu berprestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, bahkan Indonesia," ujar Setiawan.

Ketua Panitia IBVOS Cup XIX, Fatoni Abas (Toni), mengatakan bahwa turnamen ini tidak hanya bertujuan mencari juara, tetapi juga menjadi wadah pembinaan atlet-atlet muda agar mampu mengembangkan potensi dan prestasi mereka.

"Melalui IBVOS Cup XIX ini kami ingin memberikan ruang bagi klub-klub dan atlet untuk berkembang. Harapan kami, dari turnamen ini lahir pemain-pemain berbakat yang nantinya mampu bersaing di tingkat regional maupun nasional," ujar Toni, Sabtu malam (27/6/2026).

Sementara itu, Setiawan menegaskan bahwa sejak awal berdiri, IBVOS tidak hanya berfokus pada prestasi olahraga, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial dalam membangun karakter generasi muda melalui olahraga.

"IBVOS merupakan salah satu tim bola voli legendaris di Kabupaten Ngawi yang berdiri sejak tahun 1977. Selama hampir 49 tahun kami mengabdi kepada masyarakat Desa Sukorejo, Kecamatan Paron, dan sekitarnya untuk mencetak generasi muda, menanamkan nilai sportivitas sejak dini, khususnya di cabang olahraga bola voli. Melalui Sekolah Bola Voli (SBV) IBVOS, kami percaya dari lapangan desa inilah akan lahir atlet-atlet berprestasi yang memiliki karakter kuat, disiplin, dan mampu mengharumkan nama daerah maupun bangsa," kata Setiawan. Sabtu, (27/6/2026).

Menurut Toni, penyelenggaraan IBVOS Cup XIX juga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran ribuan penonton setiap malam pertandingan meningkatkan aktivitas pelaku UMKM, pedagang makanan dan minuman, hingga sektor jasa di sekitar lokasi pertandingan.

"Antusiasme masyarakat dari tahun ke tahun sangat luar biasa. Turnamen ini bukan hanya menjadi hiburan bagi pecinta bola voli, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Banyak pelaku UMKM yang merasakan manfaat langsung dari penyelenggaraan IBVOS Cup setiap tahunnya. Hal ini menjadi salah satu komitmen kami agar olahraga mampu memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat," jelas Toni.

Panitia juga berkomitmen menjaga kualitas penyelenggaraan kompetisi dengan menjunjung tinggi sportivitas, profesionalisme, serta mengutamakan keamanan dan kenyamanan seluruh peserta, ofisial, dan penonton.

Menutup keterangannya, Toni mengajak seluruh masyarakat untuk terus mendukung jalannya turnamen hingga partai final.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh sponsor, relawan, aparat keamanan, perangkat pertandingan, serta masyarakat yang telah memberikan dukungan penuh. Semoga IBVOS Cup XIX terus berkembang menjadi turnamen yang semakin berkualitas, menjadi ajang lahirnya atlet-atlet masa depan, sekaligus memperkuat persatuan masyarakat dan mengangkat nama Kabupaten Ngawi melalui prestasi olahraga," tutup Toni.

(Titik)