JAKARTA, – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Belarus Aleksandr Lukashenko menandai babak baru hubungan bilateral kedua negara melalui pertemuan resmi di Jakarta yang menghasilkan kesepakatan memperluas kerja sama di berbagai sektor strategis. Mulai dari ketahanan pangan, modernisasi pertanian, investasi manufaktur, agroindustri, hingga komitmen bersama menjaga perdamaian dan stabilitas dunia menjadi fokus pembahasan kedua pemimpin.
Dalam pertemuan bilateral tersebut, Indonesia dan Belarus menyepakati penyusunan Peta Jalan (Roadmap) Kerja Sama RI–Belarus 2026–2030 sebagai pedoman penguatan hubungan jangka panjang. Prabowo menegaskan Indonesia membuka peluang lebih besar bagi investasi Belarus, terutama pada sektor manufaktur berbasis teknologi, alat pertanian, pupuk, industri pengolahan hasil pertanian, dan ketahanan pangan nasional.
Program Pemerintah Dinilai Sudah di Jalur Tepat, Ekonom: Konsistensi Jadi Kunci Kepercayaan Dunia UsahaPresiden Prabowo Sematkan Pangkat Istimewa bagi Sidarto Danusubroto, Ruki, dan Taufiq EffendiDi Forum NU, Prabowo Ungkap Alasan Rupiah Lemah dan Kemiskinan Tak Kunjung Usai
Presiden Lukashenko menyatakan kesiapan Belarus mendukung program swasembada pangan Indonesia melalui transfer teknologi pertanian modern, mekanisasi, pengembangan benih unggul, hingga peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Menurutnya, pengalaman Belarus dalam sektor pertanian dapat menjadi kontribusi nyata bagi penguatan ketahanan pangan Indonesia.
Selain kerja sama ekonomi, kedua kepala negara juga menyepakati pentingnya mempererat hubungan diplomatik. Pemerintah Indonesia berencana membuka Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Minsk sebagai langkah memperkuat komunikasi dan pelayanan diplomatik. Lukashenko menyambut baik rencana tersebut, sementara Prabowo juga menyampaikan niat melakukan kunjungan balasan ke Belarus dalam waktu mendatang guna menindaklanjuti berbagai kesepakatan yang telah dicapai.
Suasana hangat mewarnai pertemuan di Istana Kepresidenan Jakarta. Keakraban Prabowo dan Lukashenko terlihat sejak penyambutan hingga pelepasan keberangkatan Presiden Belarus di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma. Momen keduanya saling berpelukan, berjabat tangan erat, hingga berjalan berdampingan mencerminkan hubungan personal yang dinilai dapat memperkuat kemitraan strategis kedua negara.
Pertemuan ini menjadi sinyal bahwa Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo terus memperluas jejaring diplomasi dan ekonomi dengan berbagai kawasan dunia. Di tengah dinamika geopolitik global, RI dan Belarus menegaskan komitmen untuk meningkatkan perdagangan, investasi, transfer teknologi, serta mendukung penyelesaian konflik melalui dialog demi terciptanya perdamaian dan stabilitas internasional.***