Jakarta – Di balik atmosfer mencekam yang dihadirkan film 402 RS Angker Korea, tersimpan proses kreatif yang tidak hanya mengandalkan efek visual atau tata artistik. Bagi Saputra Kori, kekuatan utama film horor justru terletak pada kemampuan para pemain menghadirkan emosi yang autentik sehingga ketegangan dapat dirasakan penonton secara utuh.
Saputra mengungkapkan, fondasi tersebut dibangun sejak tahap awal melalui sesi pembacaan naskah (reading). Menurutnya, proses memahami karakter menjadi kunci agar setiap adegan memiliki kedalaman emosional, bukan sekadar menampilkan ekspresi ketakutan.
"Bagaimana kita membangun emosi, ya lewat reading yang baik. Dari skenario kita mendapatkan semua emosinya, kemudian juga dari referensi video. Setelah itu didukung oleh set yang dibangun secara artistik sehingga para pemain bisa benar-benar merasakan suasana di dalam cerita," ujarnya.
Pendalaman karakter, lanjut Saputra, tidak berhenti saat latihan. Ketika proses syuting berlangsung, sutradara dan tim produksi terus menjaga intensitas emosi para pemeran agar setiap adegan tampil natural dan meyakinkan.
"On set juga kita terus membangun emosi para pemain supaya apa yang ditampilkan terasa natural," katanya.
Di luar proses produksi, Saputra mengaku bangga karena 402 RS Angker Korea mendapat kesempatan tampil dalam ajang perfilman internasional bersama lebih dari seratus film dari berbagai negara. Baginya, pencapaian tersebut menjadi sinyal bahwa karya sineas Indonesia semakin mendapat ruang dan pengakuan di panggung global.
"Seru banget. Di sana ada lebih dari seratus film dan kita menjadi salah satu yang terpilih. Film Indonesia disambut dengan sangat baik dan responsnya luar biasa," ungkapnya.
Keberhasilan menghadirkan nuansa mencekam, menurut Saputra, juga tidak lepas dari peran tim artistik yang membangun set rumah sakit dengan detail tinggi. Atmosfer lokasi syuting yang realistis dinilai membantu para pemain lebih mudah masuk ke dalam karakter dan membangun rasa takut yang dibutuhkan dalam setiap adegan.
"Tim artistiknya luar biasa. Saat masuk ke lokasi syuting, rasanya benar-benar seperti berada di rumah sakit sungguhan. Itu sangat membantu pemain membangun rasa takut sekaligus emosi yang dibutuhkan dalam adegan," tuturnya.
Saputra menegaskan bahwa kualitas sebuah film merupakan hasil kerja kolektif. Mulai dari penulis skenario, sutradara, departemen artistik, hingga seluruh kru produksi memiliki peran yang sama penting dalam menciptakan karya yang mampu memikat penonton.
Melalui proses kreatif yang matang serta pengakuan di forum internasional, 402 RS Angker Korea diharapkan tidak hanya menjadi tontonan horor yang mengandalkan kejutan, tetapi juga memperlihatkan perkembangan kualitas perfilman Indonesia yang semakin kompetitif di tingkat dunia.