Senin, 07 September 2026

Dandim Ngawi: Turnamen Voli Pelajar Bupati Ngawi Cup II 2026 Jangan Hanya Jadi Ajang Bertanding

Ist.
Beritabatavia.com -

NGAWI — Turnamen Bola Voli Pelajar Bupati Ngawi Cup II Tahun 2026 bukan sekadar ajang perebutan gelar juara. Kompetisi yang mempertemukan pelajar SMA sederajat ini menjadi ruang pembinaan, penguatan mental bertanding, sekaligus upaya mencari bibit atlet muda potensial.

Turnamen tersebut berlangsung di Lapangan Kodim 0805/Ngawi, Senin, 7 September 2026. Kegiatan turut dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ngawi, sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi muda melalui olahraga.

Komandan Kodim 0805/Ngawi Letkol Inf Setu Wibowo yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan, olahraga harus menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun karakter generasi muda. Para pelajar tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus ditempa melalui kompetisi agar memiliki mental juara dan menjunjung tinggi sportivitas.

“Anak-anak muda di tingkat sekolah, terutama SLTA dan sederajat, harus dipersiapkan sehingga mereka bisa menyalurkan hobinya dan juga menyalurkan prestasinya,” ujar Setu.

Bukan Sekadar Mengejar Kemenangan

Setu menilai pertandingan harus menjadi tempat bagi atlet muda untuk belajar menghadapi kemenangan maupun kekalahan.

“Siap menang, siap kalah. Yang paling utama adalah siap kalah. Tapi saya yakin jiwa-jiwa petarung juga muncul dari anak-anak ini dan mudah-mudahan jiwa petarung itu melahirkan jiwa yang sportif,” katanya.

Menurutnya, kemampuan menerima kekalahan merupakan bagian penting dari proses pembentukan karakter atlet. Dari kekalahan, pemain dituntut melakukan evaluasi dan kembali bangkit untuk meningkatkan kemampuan.

32 Tim, Dua Tim dari Madiun

Turnamen Bupati Ngawi Cup II Tahun 2026 menghadirkan persaingan yang lebih terbuka. Dari 32 tim peserta, dua tim di antaranya berasal dari Madiun.

Kehadiran tim luar daerah menjadi bagian dari upaya memperluas pengalaman bertanding sekaligus menguji kemampuan atlet pelajar Ngawi ketika berhadapan dengan lawan dari daerah lain.

“Tahun lalu kan seputaran Ngawi. Tahun ini kita uji coba, ada dua tim dari Madiun. Ini tentunya uji tanding. Anak muda mampu enggak mengalahkan anak-anak dari daerah lain,” tegas Setu.

Bagi Setu, kompetisi lintas daerah penting agar pemain tidak hanya merasa kuat ketika bermain di lingkungan sendiri. Mental bertanding harus terus diuji dengan menghadapi lawan yang memiliki karakter dan pola permainan berbeda.

Dari Pembinaan hingga Peluang Ekonomi

Setu juga menekankan bahwa pembinaan atlet tidak boleh berhenti ketika kompetisi sekolah selesai. Menurutnya, harus ada kesinambungan dari pembinaan usia dini, sekolah, klub, hingga kompetisi yang lebih tinggi.

Ia mencontohkan pembinaan usia dini melalui klub Tupai 0805 yang berada dalam pembinaan Kodim 0805/Ngawi.

“Saya juga ada pembinaan usia dini. Ketika tarkam, anak-anak yang bagus saya bawa. Setelah kelihatan bagus, nanti dengan klubnya bisa diambil orang lain untuk tarkam, artinya dia juga bisa mendapatkan income dari situ,” jelasnya.

Menurut Setu, kondisi tersebut menunjukkan bahwa olahraga memiliki potensi menjadi bagian dari ekosistem ekonomi apabila dikelola secara serius dan berkelanjutan.

Olahraga Harus Dibangun sebagai Ekosistem

Setu berpandangan, olahraga tidak boleh hanya diperlakukan sebagai kegiatan pengisi waktu luang. Pembinaan harus dilakukan secara berjenjang dengan melibatkan sekolah, klub, pemerintah daerah, organisasi olahraga, serta berbagai pihak terkait.

“Olahraga itu harus by industry sport. Jadi olahraga itu berputar. Wadahnya dari SD, SMP itu diwadahi oleh Dispora. Nah, kami tingkat SMA-nya. Setelah itu baru ke tingkat berikutnya,” ujarnya.

Turnamen Bola Voli Pelajar Bupati Ngawi Cup II Tahun 2026 diharapkan menjadi bagian dari mata rantai pembinaan tersebut.

Sebab, ukuran keberhasilan turnamen tidak semata-mata siapa yang mengangkat trofi di akhir pertandingan. Lebih jauh, kompetisi harus mampu menemukan pemain potensial, membentuk mental bertanding, menanamkan sportivitas, sekaligus membuka jalan bagi atlet muda untuk melangkah ke level yang lebih tinggi.

Dari Lapangan Kodim 0805/Ngawi, Senin 7 September 2026, pesan itu kembali ditegaskan: pembinaan generasi muda melalui olahraga harus diperluas. Jangan hanya jago di kandang sendiri. Atlet muda Ngawi harus berani bertanding, berani kalah, berani bangkit, dan berani bersaing di luar daerah.

(Titik)