JAKARTA — Nama Komjen Pol. Drs. Imam Widodo, M.Han. tidak bisa dilepaskan dari perjalanan panjang Korps Brigade Mobil (Brimob) Polri. Lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1989 tersebut meniti karier di berbagai posisi strategis, terutama di lingkungan Brimob dan Pasukan Gegana, sebelum dipercaya memimpin Korps Brimob sebagai Komandan Korps (Dankorbrimob).
Kini, setelah memasuki masa purna tugas, Imam Widodo tercatat menyandang kualifikasi Teknisi Jibom Utama Tk. I Korbrimob Polri. Sebutan tersebut berkaitan dengan kompetensi dan pengalaman di bidang penjinakan bom (Jibom) serta perjalanan panjangnya di lingkungan Korbrimob.
Riwayat karier Imam menunjukkan pengalaman yang cukup panjang di satuan Brimob. Ia pernah dipercaya sebagai Wakasat Brimob Polda Metro Jaya pada 2008, kemudian Kasat Brimob Polda Aceh pada 2010. Kariernya berlanjut di Korbrimob dengan penugasan sebagai Kaden Gegana pada 2013 dan Danpas Gegana pada 2017.
Pengalaman di lingkungan Gegana menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan profesionalnya. Satuan Gegana sendiri memiliki fungsi khusus, antara lain penanganan ancaman bom melalui kemampuan Jibom, selain tugas-tugas khusus lainnya.
Imam kemudian dipercaya menduduki jabatan Analis Kebijakan Utama Bidang Brigade Mobil Korbrimob Polri pada 2019, Danpas Pelopor Korbrimob Polri pada 2020, hingga akhirnya menjadi Wadankorbrimob Polri pada Maret 2023.
Pada Oktober 2023, tongkat komando Korbrimob kembali dipercayakan kepadanya. Berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2360/X/KEP./2023, Imam ditunjuk menggantikan Komjen Pol. Anang Revandoko sebagai Dankorbrimob. Pengangkatan tersebut sekaligus membawa Imam ke pangkat Komisaris Jenderal Polisi, atau jenderal bintang tiga.
Selain perjalanan karier struktural, Imam Widodo juga memiliki pengalaman penugasan dalam berbagai operasi kepolisian. Sejumlah sumber mencatat keterlibatannya dalam penugasan, termasuk Operasi Nemangkawi di Papua pada 2019. Saat itu, Nemangkawi merupakan operasi penanganan kelompok bersenjata di Papua.
Riwayat tersebut memperlihatkan bahwa perjalanan Imam tidak hanya berada di belakang meja. Sebagian besar kariernya dibentuk melalui pengalaman di satuan yang memiliki karakter tugas khusus dan membutuhkan kemampuan operasional.
Perjalanan Imam di Korbrimob terbilang panjang. Dari Kaden Gegana, kemudian Danpas Gegana, berlanjut menjadi Danpas Pelopor, Wadankorbrimob, hingga akhirnya berada di posisi tertinggi sebagai Dankorbrimob Polri.
Saat menjabat Dankorbrimob, Imam masih aktif menjalankan agenda pembinaan dan penguatan kemampuan personel Brimob. Pada Januari 2025, misalnya, ia memberikan arahan kepada peserta pelatihan Taruna Akpol di Pusdik Brimob Lemdiklat Polri dan menekankan pentingnya kemampuan serta kesiapan dalam menjalankan tugas sebagai Bhayangkara negara.
Pada September 2025, masa tugas Imam sebagai Dankorbrimob berakhir seiring dengan purna tugas. Posisi tersebut kemudian diserahterimakan kepada Irjen Pol. Ramdani Hidayat. Polri menyebut sertijab tersebut sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan sekaligus penghormatan kepada para perwira tinggi yang menyelesaikan masa pengabdiannya.
Sepanjang pengabdiannya, Imam Widodo juga tercatat menerima sejumlah tanda kehormatan dan penghargaan, di antaranya Bintang Bhayangkara Nararya, Satyalancana Pengabdian 8, 16 dan 24 tahun, Satyalancana G.O.M VII, Satyalancana Dharma Nusa, Satyalancana Seroja, Satyalancana Operasi Kepolisian, Satyalancana Bhakti Buana, serta UNTAC Medal.
Deretan penghargaan tersebut menjadi bagian dari catatan panjang pengabdiannya di institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Kini, nama Imam Widodo memasuki babak baru setelah puluhan tahun mengabdi. Dari lapangan Brimob, Gegana dan berbagai penugasan khusus, hingga pernah berada di pucuk pimpinan Korps Brimob Polri, perjalanan kariernya menjadi bagian dari sejarah pengabdian seorang perwira yang sebagian besar waktunya dihabiskan dalam dunia pasukan khusus kepolisian.
Komjen Pol. Imam Widodo — dari Gegana, memimpin Korbrimob, hingga menyandang kualifikasi Teknisi Jibom Utama Tk. I. Sebuah perjalanan panjang yang lekat dengan disiplin, pengalaman operasional, dan pengabdian di lingkungan Brimob Polri.