Selasa, 20 Oktober 2026

Bupati Ony Jawab Ultimatum Suporter, Revitalisasi Stadion Ketonggo Dianggarkan Rp20 Miliar pada 2027

Ist.
Beritabatavia.com -

NGAWI, — Tuntutan suporter Persinga Ngawi terkait revitalisasi Stadion Ketonggo akhirnya mendapat jawaban dari Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono. Pemerintah Kabupaten Ngawi memastikan anggaran revitalisasi stadion tersebut telah dialokasikan dalam perencanaan tahun 2027 dengan nilai sekitar Rp20 miliar.

Kepastian itu disampaikan Ony saat dikonfirmasi wartawan seusai pelantikan pejabat fungsional di Pendopo Kabupaten Ngawi, Selasa (20/10/2026). Pernyataan tersebut menjawab keresahan Geng Rembol Warriors yang sebelumnya melayangkan surat terbuka berisi ultimatum tujuh hari kepada pemerintah daerah.

“Ya, sebenarnya itu kan semangatnya anak-anak pengen memastikan, jane wes dianggarke opo durung untuk perbaikan stadion di tahun 2027. Pengen memastikan itu aja sebenarnya,” ujar Ony.

Ia menegaskan, tuntutan yang disampaikan suporter melalui surat terbuka tersebut akan dijawab dengan kepastian mengenai perencanaan anggaran revitalisasi.

“Kalau sudah bersurat menyampaikan keinginan, tuntutan itu ya kita jawab normatif, sudah dianggarkan dalam 2027 untuk revitalisasi Stadion Ketonggo,” tegasnya.

Ony menyebut, anggaran yang disiapkan kurang lebih mencapai Rp20 miliar. Dana tersebut direncanakan untuk sejumlah pekerjaan, antara lain penambahan tribun, pembangunan lampu stadion, dan penyediaan area parkir.

“Kurang lebih itu Rp20 miliar. Itu untuk penambahan tribun, pembuatan lampu stadion, tempat parkir dan lain sebagainya. Intinya biar standar untuk menjadi tuan rumah lah kita ini,” jelasnya.

SUARAKAN STANDAR STADION, BUKAN DANA KLUB

Sebelumnya, Geng Rembol Warriors melalui surat terbuka Nomor 10/GRW/X/2026 tertanggal 19 Oktober 2026 mendesak pemerintah daerah memberikan kepastian mengenai revitalisasi Stadion Ketonggo.

Kelompok suporter asal Kasreman, Ngawi, itu menegaskan bahwa tuntutan mereka bukan meminta APBD untuk membiayai operasional klub. Mereka menginginkan stadion kebanggaan masyarakat Ngawi memenuhi persyaratan kompetisi, termasuk kebutuhan penerangan yang memadai dengan target minimal 800 lux sesuai standar kompetisi yang berlaku.

Persoalan kelayakan stadion dinilai penting agar Persinga memiliki kesempatan bermain di kandang sendiri dan tidak terus menghadapi persoalan penggunaan stadion di luar daerah.

Bagi suporter, Stadion Ketonggo bukan sekadar fasilitas olahraga, melainkan juga simbol identitas, kebanggaan, dan kebersamaan masyarakat Ngawi.

ULTIMATUM DIJAWAB, REALISASI DITUNGGU

Pernyataan Bupati Ony menjadi perkembangan penting dalam polemik revitalisasi Stadion Ketonggo. Namun, kepastian anggaran dalam perencanaan 2027 tetap perlu diikuti dengan kejelasan teknis, jadwal pelaksanaan, serta mekanisme pengadaan agar rencana tersebut benar-benar terealisasi.

Publik juga perlu memperoleh penjelasan lebih lanjut mengenai tahapan penyelesaian perencanaan teknis atau Detail Engineering Design (DED), kepastian alokasi anggaran dalam dokumen APBD, jadwal lelang, serta target penyelesaian pekerjaan.

Selain itu, kebutuhan penerangan stadion dengan target minimal 800 lux perlu dipastikan melalui perencanaan teknis dan verifikasi sesuai regulasi kompetisi yang berlaku.

Di sisi lain, pemerintah daerah perlu memastikan bahwa seluruh tahapan revitalisasi berjalan sesuai ketentuan pengelolaan keuangan daerah, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Dengan demikian, jawaban pemerintah tidak berhenti pada angka Rp20 miliar, tetapi berlanjut menjadi pembangunan fasilitas stadion yang benar-benar memenuhi kebutuhan Persinga dan masyarakat Ngawi.

PENGAWASAN PUBLIK MENJADI KUNCI

Ultimatum tujuh hari yang disampaikan Geng Rembol Warriors sebelumnya membuka ruang bagi pemerintah daerah untuk menjelaskan arah kebijakan revitalisasi Stadion Ketonggo. Dengan adanya pernyataan Bupati, perhatian publik kini bergeser pada pengawalan realisasi anggaran dan pelaksanaan pembangunan.

Suporter memiliki peran mengawal aspirasi, sedangkan pemerintah daerah bertanggung jawab menindaklanjutinya melalui perencanaan dan pelaksanaan sesuai prosedur.

Jika terealisasi sesuai rencana, revitalisasi Stadion Ketonggo diharapkan dapat meningkatkan kelayakan fasilitas olahraga, memperkuat peluang Ngawi menjadi tuan rumah pertandingan, serta menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar stadion.

Ultimatum telah mendapat jawaban. Anggaran telah disebutkan. Kini, masyarakat Ngawi menunggu pembuktian melalui realisasi pembangunan.