Rabu, 24 November 2010

Polda Metro Sita 2 Senpi Perampok Toko Emas

Ist.
Beritabatavia.com - Aparat Satuan Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Direktorat Reskrimum kembali menyita dua senjata api jenis revolver dari pelaku perampokan toko emas di Tebet, Jakarta Selatan, beberapa bulan lalu.

Kasat Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Nico Afinta mengatakan, dua revolver itu didapat dari tersangka Buyung.

"Anggota kita kembali menemukan dua senpi revolver dari pelaku perampokan toko emas di Tebet. Saat ini, senpi tersebut sudah kita amankan," kata Nico kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (24/11).

Nico mengatakan, dua pucuk senpi tersebut disita dari rumah salah seorang tersangka bernama Buyung di Sukabumi, Jawa Barat. Semula, Buyung berkelit ketika diminta menunjukkan senpi tersebut.

"Tapi akhirnya ditemukan di belakang rumahnya. Senjata itu disimpan dalam keresek hitam," katanya.

Selain menyita senpi, polisi juga menyita 12 butir peluru di antaranya kaliber 9 milimeter, 22 milimeter dan 38 milimeter. Tersangka mengaku membeli senjata tersebut.

"Dia beli seharga Rp 3 juta. Tapi penjualnya belum ditemukan," katanya.

Polisi menangkap Buyung di Sukabumi, Jawa Barat pada Minggu (21/11) lalu bersama rekannya Jaenal. Selain melakukan perampokan toko emas di Tebet, Buyung dan Jaenal ini juga pernah melakukan perampokan bos sapi di Cibitung, Bekasi dan perampokan toko emas di Gunung Putri, Bogor.

Nico mengatakan, senjata tersebut disita dari rumah Buyung di Sukabumi, Jawa Barat. Awalnya, Buyung berkelit ketika diminta menunjukkan senpi tersebut.

"Tapi akhirnya ditemukan di belakang rumahnya. Senjata itu disimpan dalam keresek hitam," katanya.

Selain menyita senpi, polisi juga menyita 12 butir peluru di antaranya kaliber 9 milimeter, 22 milimeter dan 38 milimeter. Tersangka mengaku membeli senjata tersebut.

"Dia beli seharga Rp 3 juta. Tapi penjualnya belum ditemukan," katanya.

Polisi menangkap Buyung di Sukabumi, Jawa Barat pada Minggu (21/11) lalu bersama rekannya Jaenal. Selain melakukan perampokan toko emas di Tebet, Buyung dan Jaenal ini juga pernah melakukan perampokan bos sapi di Cibitung, Bekasi dan perampokan toko emas di Gunung Putri, Bogor.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman menegaskan, tidak ada keterlibatan oknum TNI/Polri dalam perampokan tersebut. "Nggak ada," tegas Sutarman.

Terkait adanya senpi anggota yang beredar ke tangan pelaku perampokan ini, Kapolda mengatakan, senpi tersebut kemungkinan dirampas pelaku.

"Banyak senjata revolver kita yang hilang itu kan jadi ilegal. Senpi TNI yang hilang ada, polisi juga ada. Ada yang dirampas, hilang dan jatuh pada organ tidak bertanggung jawab dan jadi ilegal," tutup Sutarman. o nor