Selasa, 21 Desember 2010

Aksi Penipuan Kian Marak

Ist.
Beritabatavia.com - Profesi sebagai penipu tidaklah mudah, selain beresiko, pelaku juga harus jeli dan tetap waspada terhadap jebakan yang bisa menjebloskannya ke penjara. Sehingga para pelaku sindikat penipuan berusaha agar tidak bertemu dengan calon korban.

Selain modus operandi yang beragam, para pelaku juga nekat melibatkan nama pejabat negara di instansi pemerintah maupun Polri. Guna memuluskan aksinya para pelaku memalsukan tanda tangan salah satu pejabat dalam surat yang digunakan untuk melakukan penipuan.

Belakangan, aksi penipuan kian nekat. Tidak hanya mencantumkan nama dan tanda tangan pejabat. Tapi para pelaku sudah langsung mengaku sebagai anggota polri saat menghubungi calon korban lewat telepon. Seperti yang dialami seorang warga sebut saja Kirman (35) ketika mendapat telepon dari seseorang. Pelaku itu mengaku bernama Erick anggota Polda Metro Jaya di Jl jenderal Sudirman, Jakarta.
Kepada Kirman, pelaku Erick menawarkan sejumlah alat elektronik dengan harga murah. Namun sebelumnya orang itu meminta Kirman untuk membelikannya pulsa. Nomor yang digunakan pelaku untuk menghubungi korban adalah : +62 812 6049 3524. Kirman mengetahui bahwa itu adalah modus penipuan, maka dia mengimbau agar warga tidak melayani jika menerima telepon yang sama.

Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Jafar tidak membantah adanya modus penipuan yang mencatut nama anggota Polri. Namun, tegas Baharudin, pihaknya tidak pernah ikut terlibat dengan pihak manapun dalam penyelengaraan undian berhadiah. " Kalau ada yang mengaku anggota Polda meminta sesuatu jelas penipuan, dan segera lapor," tegas Kombes Baharudin Jafar. 

Mantan Kabidhumas Polda Sumatera utara ini juga meminta agar masyarakat tidak lekas percaya kepada orang yang belum dikenal, apalagi mengiming -iming sebuah hadiah atau apapun bentuknya. 0 son