Kamis, 23 Desember 2010

Cegah Teror Natal, Gubernur Minta Camat Jaga Malam

Ist.
Beritabatavia.com - Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Sutarman bersama dengan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo menginstruksikan kepada seluruh lurah untuk meningkatkan koordinasi terkait pengamanan Natal dan Tahun Baru 2011 di pemukiman.

Gubernur DKI, Fauzi Bowo, meminta warga Jakarta untuk tetap waspada, meski laporan dari Muspida wilayah DKI Jakarta dalam keadaan kondusif.
 
"Saya dan Kapolda menginstruksikan Walikota, Camat, Lurah hingga RT dan RW untuk melakukan pengamanan lingkungan," ujar Foke usai mengikuti apel gelar pasukan pengamanan Natal dan Tahun Baru bersama Polda Metro Jaya di Lapangan Monas, Kamis (23/12).

Pada gelar pasukan tersebut, sedikitnya 9989 personel gabungan disiapkan untuk pengamanan Natal dan Tahun Baru. Adapun ribuan petugas keamanan yang disiapkan terdiri dari Polda Metro Jaya sebanyak 7.239 personel dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) sebanyak 2.750 personil.

Mereka akan bekerja mulai 24 Desember hingga 2 Januari 2010 untuk mengamankan 1.619 tempat ibadah dan 878 tempat hiburan.

Sementara itu, Kapolda Metro Jaya, Irjen Sutarman, kembali menegaskan kalau Jakarta dalam kondisi yang kondusif. Tapi kewaspadaan untuk mengantisipasi gangguan kemanan tetap dilakukan.

"Sejak dini kami sudah menempatkan personel yang berpakaian preman di gereja-gereja dan petugas berseragam berpatroli," ungkapnya

Selain itu, pencegahan terjadinya aksi teror lebih efekti jika  melibatkan unsur masyarakat mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, RW dan RT. "Kepekaan masyarakat tentunya lebih memudahkan mengetahui ancama teror," ujarnya.

Tidak hanya itu, diharapkan adanya pemeriksaan identitas terhadap pendatang baru, dan melapor kepada polisi bila menemukan sesuatu yang mencurigakan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar menambahkan, untuk mengantisipasi terjadinya aksi teror di perayaan Natal dan Tahun Baru 2011, aparat intelejen akan bekerja 24 jam untuk membaca aksi-aksi terorisme. "Belum ditemukan adanya indikasi teror. Namun bukan berarti kita tidak waspada," pungkasnya. o nor