Kamis, 06 Januari 2011

Paspor Gayus Dibuat di Bandara Soekarno-Hatta

Ist.
Beritabatavia.com - Hasil penyelidikan tim Kementerian Hukum dan HAM, paspor atas nama Sony Laksono yang diduga digunakan Gayus Tambunan ke luar negeri dipalsukan di kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta. Dipastikan kantor Imigrasi Jakarta Timurs tidak terlibat dalam proses pembuatan paspor tersebut. Hal tersebut diungkapkan Menkum Ham Patrialis Akbar, Kamis (6/1) sore. Menurutnya, infomrasi itu sesuai dengan hasil pemeriksaan tim yang sedang berlangsung.

"Tim sedang mendalami di (Kantor Imigrasi ) Soekarno-Hatta," kata Patrialis.  Mantan anggota DPR ini mengaku heran, kenapa bisa lolos paspor seperti itu, padahal sudah menggunakan sistim canggih dan sistem border management control. "Tim saat ini intensif melakukan pemeriksaan di Imigrasi Bandara. Kami sudah kumpulkan semua nama petugas waktu yang waktu itu sedang bertugas . Mohon sabar dulu ya," ujar Patrialis.

Dikatakannya, jika memang nanti terbukti ada oknum yang memberikan keleluasaan terhadap Gayus untuk lolos dari pemeriksaan imigrasi, dirinya akan segera memberikan sanksi."Orang menggunakan seperti itu (paspor palsu), tetapi bisa lolos, padahal isinya semua palsu," tukas Patrialis.

Patrialis menjelaskan, tim menemukan di kantor imigrasi Jaktim tidak ada satu pun permohonan atas nama Sony Laksono. Bahkan, ia mengatakan banyak ditemukan kejanggalan pada paspor yang beridentitas Sony Laksono tersebut.

Patrialis juga menegaskan paspor tersebut tidak diproses di kantor Imigrasi Jaktim. "Paspor tersebut memang asli, namun tidak diproses di Kanim Jaktim. Dari paspor yang ada, ditemukan banyak sekali kejanggalan," tegasnya.

Patrialis juga menegaskan bahwa tim sedang menyelidiki siapa oknum yang membawa keluar atau mencuri blanko asli paspor dari Imigrasi Jaktim. Di samping itu, lanjutnya, tim juga telah mendatangi rumah seorang anak yang nomor paspornya digunakan oleh Sonny Laksono.

"Tim sudah mendatangi Margaretha, sudah ketemu dengan ibundanya. Memang paspor waktu itu tidak dilanjutkan, berhenti sebelum tahap wawancara," ujar Patrialis.

Tim, lanjut Patrialis, juga sudah bertemu dengan Gayus di LP Cipinang. Ketika dimintai keterangannya, ungkap Patrialis, Gayus tidak mau menjelaskan, dengan alasan belum meminta izin majelis hakim.

Namun, Patrialis memaparkan Gayus memberikan pernyataan satu kalimat yang isinya membenarkan bahwa kantor Imigrasi Jakarta Timur tidak terlibat.

Sebelumnya, Patrialis menjelaskan bahwa tim investigasi Kemenkum dan HAM sudah bergerak dan diketuai Irjen Kemenkumham Sam L Tobing. Sedangkan, anggotanya, yakni Dirjen Imigrasi Muhamad Indra dan beberapa orang dari kantor imigrasi pusat, juga dari kanwil Kumham Provinsi DKI Jakarta dan Kepala kantor imigrasi Bandara Soekarno Hatta Dirman Sukardi.

Patrialis juga menjelaskan paspor itu digunakan Sonny Laksono pada 24 September 2010. Berdasarkan data imigrasi, pengguna paspor tersebut pergi ke Makau (China ) dengan pesawat Mandala Airlines. Kemudian kembali 26 September 2010 dengan pesawat milik Garuda Airlines.

Setelah itu, lanjut Patrialis, pada 30 September 2010 pergi ke Kuala Lumpur (Malaysia) dengan paspor yang sama. "Kembalinya sampai hari ini tidak terdeteksi kapan kembalinya," tegas.0ant/son