Senin, 17 Januari 2011

Pelantikan Walikota Depok Harus Dibatalkan

Ist.
Beritabatavia.com - Ratusan simpatisan calon pendukung mantan calon walikota/wakil walikota Depok, Badrul Kamal-Agus Supriyanto dan Gagah S-Derry Drajat berunjuk rasa menuntut dibatalkannya pelantikan walikota Depok, Nur Mahmudi Ismail-Idris A. Shomad. Mereka menilai pelantikan itu tidak seharusnya dilakukan karena Nurmahmudi bermasalah, dengan banyak dugaan korupsi yang dilakukan oleh walikota. Selain itu mereka menuntut diulangnya Pemilukada Depok yang dinilai sarat kecurangan.
"Kami menuntut dia dan wakilnya tidak dilantik menjadi walikota Depok periode 2011-2016. Banyak kasus dia yang sampai sekarang tak jelas rimbanya. Dugaan korupsi pengadaan kartu ucapan yang kami buka jauh sebelum pemilu tidak selesai sampai sekarang," ujar Dahlia Zein, tim sukses Gagah-Derry yang sebelumnya menjabat di biro hukum Pemkot Depok, Senin (17/1).
Dahlia menambahkan, kasus dugaan korupsi dana Bantuan sosial dari pemerintah Jawa Barat senilai Rp87 miliar yang diduga ditilep walikota tak jelas rimbanya sampai sekarang.
Demo itu sendiri berlangsung ricuh, sempat terjadi aksi dorong mendorong antara pendemo dan ratusan polisi Polres Depok di pagar depan kantor walikota Depok. Masa akhirnya berhasil merubuhkan bagian kanan pagar kantor walikota. Ketegangan juga sempat terjadi ketika beberapa anggota Satpol PP setempat mencoba keluar dan menghardik massa.
Pendemo mengartikan rubuhnya pagar itu sebagai simbol runtuhnya Nurmahmudi oleh rakyat Depok. Namun karena hanya setengah bagian pagar yang rubuh, mereka nilai hanya Idris yang "runtuh".
"Karena itu hari Rabu (19/1) kami balik lagi ke walikota dengan ribuan massa, supaya Nurmahmudi juga "rubuh". Selain itu kami menuntut agar pelantikan yang akan dilaksanakan pada 26 Januari nanti dibatalkan. Kami juga akan berdemo ke Mahkamah Konstitusi," jelas Dahlia. O brn