Rabu, 09 Februari 2011

Transjakarta: Korban Tidak Gunakan JPO

Ist.
Beritabatavia.com - Asisten Manajer Pusat Kendali, Badan Layanan Umum Transjakarta, Bano Yoga Swara, berpendapat, Rizky Firmansyah (9), tidak menggunakan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang tak jauh dari lokasi kejadian. Namun Bano mengatakan, pihaknya telah memberikan santunan kepada keluarga korban. Saat ini, jalur tersebut masih diblokir oleh warga yang emosi.

Sebenarnya, menurut Bano, angka kecelakaan di koridor VI terbilang rendah. Di tahun 2010, hanya ada 36 kasus kecelakaan di koridor tersebut. Yang paling rawan kecelakaan justru koridor III sebanyak 69 kasus.

Umumnya, penyebab kecelakaan di jalur bus Transjakarta karena masyarakat masih banyak menerobos jalur bus Transjakarta. “Kami selalu mengimbau masyarakat yang hendak menyeberang untuk memanfaatkan jembatan penyeberangan orang. Selain kepada masyarakat, kami juga mengimbau para pramudi bus Transjakarta untuk mengurangi kecepatan saat mendekati pertigaan dan perempatan,” kata dia, Rabu (9/2).

Pengamat Transportasi, Darmaningtyas, menilai insiden tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab dari BLU TransJakarta. Karena korban tersebut tidak menyeberang di JPO. "Harusnya masyarakat menyeberang di JPO, di sana kan tersedia JPO, dan tindakan pemblokiran yang dilakukan warga merupakan tindakan sewenang-wenang,” ujar Darmaningtyas.

Berdasarkan data Bagian Kendali BLU Transjakarta, sepanjang 2011 sudah ada 4 korban meninggal dunia akibat kecelakaan di jalur bus transjakarta. O brn