Kamis, 10 Februari 2011

RS Global Medika Diduga Lakukan Malpraktek

Ist.
Beritabatavia.com - RS Global Medika, Jl MH Thamrin 3, Kebon Nanas,Cikokol, Tangerang, Banten diduga telah menyebabkan terjadinya kasus malpraktek terhadap seorang bayi perempuan berusia 7 bulan, Maureen Angela Gouw. Namun setelah diminta isi rekam medis pasien oleh orangtua Maureen dan pengacara, pihak RS menolak menyerahkan isi rekam medis tersebut.

"Kami telah menyerahkan somasi kedua pada 21 Januari 2011 untuk meminta pihak RS untuk menyerahkan isi rekam medis dari anak klien kami, Budy Katjana dan Ny Linda yaitu Maureen Angela Gouw,namun sampai sekarang pihak RS belum menanggapi," ujar June M Simanungkalit,pengacara Budy Katjana, Kamis (9/2).

Akibat dugaan keras malpraktek itu, lanjut ayah korban, anaknya mengalami cacat. "Pada tanggal 20 Desember 2010 kuku pada telunjuk tangan kanan anak kami telah terlepas, dan kemudian pada tanggal 27 Desember 2010 kondisi ujung jari kelingking tangan kanan anak kami menghitam dan mengecil, kemudian telah putus dengan sendirinya," jelas Ny Linda.

Budy Katjana, ayah Maureen menambahkan, anaknya diasuransikan ke Prudential. Tapi pihak asuransi menolak membayar. "Karena aneh, tagihan dari RS menyebutkan bahwa anak saya sakit panas, namun ada biaya anestesi dan operasi. Akhirnya saya bayar sendiri tagihannya," jelasnya.

Pihak RS disebut Budi hanya mendatangkan ahli bedah, dr Gwendy Aniko. "Dokter tersebut juga membenarkan bahwa cacat tangan pada Maureen diakibatkan oleh pemakaian cairan infus yang sangat keras, yang disuntikan saat pemasangan infus di telapak tangan Maureen," jelasnya.

Sebagaimana diberitakan beritabatavia dua hari lalu, awalnya Maureen terkena demam tinggi dan dibawa ke RS Global. Namun ketika demamnya makin tinggi bahkan sempat muntah setelah diberi obat oleh dokter RS, Maureen dipindahkan ke ruang UGD.
Ternyata setelah bayi yang ketika itu berusia empat bulan itu diinfus ditangan kanannya, terjadilah cacat seperti diceritakan di atas, lantaran penggunaan cairan infus yang sebelumnya tidak pernah digunakan pada bayi. O brn