Jumat, 18 Februari 2011
Lokalisasi Terselubung Menjamur di Kota Bekasi
Beritabatavia.com - Tempat prostitusi terselubung, kini mulai menjamur di sejumlah wilayah di Kota Bekasi. Mayoritas penghuninya gadis belia yang datang dari daerah untuk melakukan perubahan nasib, perbaikan ekonomi, ternyata malah terjerumus di lembah hitam. Selain masalah sosial, perempuan pemuas hawa nafsu ini, juga akibat tingkat pengangguran yang tinggi, ekonomi yang buruk, pendidikan mahal juga maraknya kasus perceraian.
Lokalisasi terselebung itu, membuat Pemerintah Kota Bekasi mengaku kesulitan menertibkannya. Mengingat, jumlah Pekerja Seks Komersial (PSK) hasil penertiban yang diterima di panti sosial sangat terbatas daya tampungnya.
Sejumlah lokasi menjamurnya tempat prostitusi tersebut antaralain berada di GOR Bekasi, terminal, Rawasemut (Margahayu), Kranji, Jatisampurna, dan Pangkalan Lima (Bantar Gebang). Sebagian tempat tersebut hanya menjadi lokasi mangkal PSK seperti di terminal, Rawasemut, dan GOR Bekasi.
Sementara di wilayah Kranji, kebanyakan tempat prostitusi terselubung menggunakan warung penjual jamu. Di wilayah Pangkalan Lima, lokasi tersebut menggunakan warung remang-remang yang tersebar di sepanjang jalan Naragong.
Kepala Satpol PP Kota Bekasi, Dedi Juanda mengaku tempat-tempat tersebut menjadi langganan penertiban. Diakuinya, sejumlah tempat menjadi lokasi terselubung dengan kedok menjual jamu atau makanan.
"Sebagian lagi hanya menjadi lokasi transaksi, tapi bisa dikatakan itu juga menjadi prostitusi terselubung, "ujarnya, Jumat (18/2).
Diungkapkannya, tempat prostitusi terselubung tersebut seringkali sulit diidentifikasi. Pasalnya, pelayan toko atau penjual jamu juga berprofesi ganda sebagai PSK. o end