Sabtu, 19 Februari 2011
2002 Orang Tertular HIV Akibat Narkoba
Beritabatavia.com - Penyalahgunaan narkoba ternyata berkontribusi sebagai penyebar virus maut Human Immunodeficiency Virus (HIV) atau virus penyebab penyakit AIDS. Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat, total jumlah kasus HIV/AIDS di DKI Jakarta mencapai 5.827 kasus pada 2010. Terdiri dari 2.828 kasus HIV dan 3.008 kasus AIDS. Dari jumlah 2828 kasus terjangkit virus HIV, 2002 orang tertular dari penggunaan jarum suntik akibat penyalahgunaan narkoba. Sementara 426 menderita AIDS dari non jarum suntik. Dari jumlah 5827 kasus, sebanyak 426 orang dilaporkan meninggal dunia.
Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS DKI Jakarta, Rohana Manggala mengatakan, pemakai narkoba biasa memakai satu jarum suntik secara bersama-sama. " "Sehingga jika ada pemakai yang terjangkit AIDS, dengan gampang virus HIV menyebar melalui jarum suntik," jelasnya.
Rohana melanjutkan,kelompok remaja dan pekerja dinilai memiliki peluang terkena AIDS paling tinggi di Jakarta. Yakni antara umur 25 tahun hingga 44 tahun. Dari data yang dimiliki pihaknya, tercatat kelompok itu menderita 1.131 kasus atau 19,31 persen kasus terjangkit virus HIV maupun yang sudah terkena AIDS. Sementara dari jenis kelamin, laki-laki sebanyak 75 persen, sedangkan perempuan 25 persen.
"Karena fakta inilah, pada 2012 nanti, DKI menargetkan bisa mencegah 36 ribu kasus infeksi baru HIV/AIDS. Sementara untuk tahun ini, ditargetkan bisa dicegah 16 ribu kasus infeksi baru HIV/AIDS," jelasnya.
Untuk menggalakkan pencegahan HIV/AIDS di kawasan Ibukota, sambung Rohana, dalam waktu dekat akan digeber juga program roadshow ke sejumlah kelurahan di lima wilayah DKI. Mengingat sepanjang 2010, KPAP berhasil memberikan penyuluhan bahaya HIV/AIDS ke sejumlah kecamatan di lima wilayah DKI. Para pamong praja di setiap wilayah diberi pemahaman menyeluruh bagaimana penularan HIV/AIDS dan cara mencegahnya.
"Selain membidik para aparat pemerintahan, pemahaman kepada para tokoh lintas agama juga dilakukan. Sehingga, HIV/AIDS tidak lagi dipandang secara hitam putih. Tapi bagaimana para tokoh agama bisa melihat sisi lain, HIV/AIDS sudah menjadi fakta di masyarakat yang harus bisa dicegah," pungkas Rohana. O brn