Senin, 21 Februari 2011

Kinerja Merpati Airlines Tambah Buruk

Ist.
Beritabatavia.com - Kinerja PT Merpati Nusantara Airlines masih saja belum menunjukkan perbaikan, malah tambah buruk. Terbukti, tunggakan pembayaran avtur Merpati kepada PT Pertamina (Persro) mencapai Rp20 miliar.

"Kalau secara nasional, tunggakan pembayaran avtur PT Merpati Nusantara Airlines hingga hari ini tercatat mencapai Rp20 miliar," ungkap Vice President Komunikasi Korporat PT Pertamina (Persero) Muhammad Harun di Jakarta, kemarin

Sebenarnya aturan yang berlaku dalam pembelian avtur bagi maskapai adalah dengan memiliki deposit. Jika maskapai tersebut membutuhkan avtur, Pertamina tinggal memotong deposit yang mereka miliki sesuai biaya yang harus dikeluarkan untuk membeli avtur yang diperlukan, lanjutnya.

"Ini yang berlaku untuk maskapai lain. Namun karena Merpati adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maka kami memberi kelonggaran. Akan tetapi kami sangat menyesalkan kenapa tunggakannya begitu besar," keluh Harun.

Harun mengaku Pertamina tetap menyuplai avtur kepada PT Merpati dan tidak menghentikannya. Ini disebabkan adanya jaminan dari Menteri BUMN dan PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA).

"Kami masih tetap memasok kebutuhan avtur Merpati karena adanya jaminan dari Menteri BUMN dan PT PPA. Tapi kami berharap Merpati segera memperbaiki performanya dan bisa melakukan pembayaran sesuai ketentuan. Karena tiap hari mereka membutuhkan avtur untuk mengoperasikan armada mereka" tegas Harun.

Harun mengatakan, jangan sampai utang Merpati malah akan bertambah besar. Sebab, jika piutang terlalu besar, lanjutnya, kondisi tersebut pastinya akan memberatkan dan merugikan Pertamina.

Untuk itu Pertamina telah melakukan perbincangan lebih komprehensif dengan berbagai pihak yang berwenang dalam beberapa pekan ini untuk menyikapi kondisi ini. "Intinya jangan sampai inefisiensi di mereka ditransfer ke kita," pungkas Harun.

Akibat buruknya manajemen yang dijalankan, dalam beberapa tahun terakhir PT Merpati Nusantara Airlines terus mengalami kerugian. Bahkan, dari tahun 2005 hingga 2010, keuntungan hanya didapatkan pada tahun 2009 saja, yaitu sekitar Rp16,617 miliar.

Tahun 2005 Merpati merugi Rp 349,607 miliar, 2006 merugi Rp 283,432 miliar, 2007 merugi Rp 158,770 miliar, 2008 merugi Rp 641,065 miliar dan terakhir pada 2010 kemarin Merpati telah merugi sebesar Rp 24 miliar. o end