Senin, 21 Februari 2011
PKL Binaan Melawai 13 Tolak Relokasi
Beritabatavia.com - Puluhan pedagang kaki lima binaan yang berdagang di sepanjang Jalan Melawai XIII, Jakarta Selatan mengeluhkan aksi penggusuran yang akan dilakukan aparat terkait pekan ini. Rencana penggusuran tersebut ditengarai terkait adanya proyek pembangunan oleh pengembang di sekitar kawasan itu. Sebagai gantinya, para pedagang akan direlokasi ke lokasi binaan (lokbin) di Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
“Disuruh pindah ke lokbin Pasar Minggu sama saja menyuruh kami transmigrasi. Ini bukan solusi. Kami bukan pedagang ilegal, di sini pun lokbin resmi. Kami telah berdagang selama 26 tahun,†ujar Suwarseno, perwakilan pedagang Melawai 13 saat akan mengadukan nasibnya ke Komisi B DPRD DKI Jakarta, Senin (21/2).
Para pedagang menerima surat perintah bongkar ketiga pada Kamis (17/2) malam. Dalam waktu 1x24 jam, seluruh pedagang harus membongkar bangunannya sendiri. Jika tidak akan dibongkar paksa oleh aparat. Saat ini para pedagang yang mulai berdagang pukul 16.00 hingga pukul 24.00 itu diliputi keresahan. Mengingat nasibnya bakal tidak menentu setelah seluruh kawasan itu harus dibersihkan. Mengingat lokbin di Pasar Minggu lokasinya sangat tidak memadai. Dari jalan raya harus masuk ke dalam. Sehingga, jauh dari keramaian.
Menurut Mugimin, salah satu pedagang Melawai 13, rencana penggusuran para pedagang di kawasan itu awalnya setelah Pemprov DKI melakukan ruislag dengan salah satu perusahaan swasta. Lahan yang diruislag adalah SMP 56 yang letaknya berada di belakang Jalan Melawai 13. “Kawasan Melawai 13 tidak masuk lahan sekolah. Kami heran kenapa harus ikut digusur,†katanya.
Mugimin bersama 43 pedagang lainnya saat ini bingung akan mengadu ke siapa. Pasalnya, Sudin UKM Jakarta Selatan tidak memberikan pilihan lain kecuali harus hengkang dari kawasan itu. Sehingga, atas musyawarah di antara para pedagang, mereka mengadukan nasibnya ke Komisi B. Harapan mereka, minimal jika harus digusur, ada pengganti lokasi yang layak dan tidak mematikan mata pencaharian para pedagang. O brn