DEPOK.Jelang pendaftaran
pasangan bakal calon (balon) walikota dan wakil walikota pada 18 Juli 2010
mendatang, dua partai yaitu Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai
Demokrat (PD) berkoalisi dan bersepakat
melakukan perubahan di Kota Depok. Hal itu diutarakan, Ketua Dewan Pimpinan
Cabang (DPC) Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna dan Ketua DPC PD Kota Depok,
Agung Witjaksono isaratkan membangun koalisi.
“Sangat dimungkinkan Gerindra
bersinergi dengan Demokrat. Sebab, tingkat DPP kedua partai saja sudah sering
melakukan komunikasi politik. Begitu juga pada tingkat DPC,†jelas Pradi.
Pradi menegaskan, langkah
terjadinya koalisi antara Gerindra dan Demokrat sudah dibangun sejak lama untuk
itu Gerindra tidak ragu dalam Pemilihan
Kepala Daerah (Pilkada) di Kota Depok terjadi koalisi dengan Demokrat. Ia pun menilai wajar kalau kalangan
akar rumput PD menginginkan Ketua Badan Kehortaman DPRD Kota Depok, Agung
Wicaksono, sebagai calon wali kota yang harus diusung partai pemenang pemilu
legislatif lalu itu.
“Dalam politik itu semua bisa
terjadi. Kalau masalah siapa yang akan menempati posisi walikota atau wakil
walikota, itu masalah mudah, itu bisa disuit saja. Saya kira partai pemenang
pemilu harus mendukung kadernya sendiri untuk menjadi wali kota. Saya rasa itu
sudah menjadi keinginan masing-masing partai politik,†jelasnya.
Secara terpisah, Ketua DPC PD
Agung Wicaksono berharap terjadinya koalisi permanen antara PD dan Gerindra
dalam memperebutkan kursi orang nomor satu di Kota Depok. “Saya sangat
menyambut baik koalisi PD dan Gerindra. Kita tinggal membicarakan format
koalisi ideal diantara kedua partai,†katanya. O ema