Minggu, 06 Maret 2011

Hasyim Muzadi: Ahmadiyah Menyimpang Dari Islam

Ist.
Beritabatavia.com - Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS), Hasyim Muzadi menggangap  surat keputusan sejumlah pimpinan kepala daerah yang melarang aktivitas Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) itu sudah benar.  Dikatakannya, SKB yang ditandatangani Menteri Agama, Menteri Dalam Negeri, dan Jaksa Agung itu tegas melarang anggota dan pengurus JAI untuk menghentikan aktivitas penyebaran penafsiran dan kegiatan yang menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama Islam.

 "Seluruh ulama sepakat Ahmadiyah di luar Islam," kata Sekretaris Jenderal International Conference of Islamic Scholars (ICIS) tersebut usai acara diskusi tentang Timur Tengah di Pesantren Al Hikam, Depok, akhir pekan ini.

Selanjutnya, kata Hasyim, yang harus dijaga adalah jangan sampai terjadi kasus kekerasan seperti peristiwa di Cikeusik, Pandeglang, Banten.
"Ahmadiyah lepas dari Islam, tapi tak boleh disia-sia, tak boleh diperlakukan semena-mena karena ada hukum nasional," katanya.

Beberapa daerah yang melarang aktivitas JAI diantaranya adalah Jawa Timur, Banten, Sulawesi Selatan dan Jawa Barat. Provinsi Sumatera Selatan malah sudah sejak tahun 2008 lalu. Pelarangan itu kini juga diikuti sejumlah Bupati dan Walikota.

Hasyim berpendapat, ajaran ini sangat rawan memicu terjadinya kemarahan masyarakat, termasuk politisasi dari pihak-pihak tertentu yang ingin mendompleng isu ini sehingga makin memperkeruh suasana.
Menurut dia, pengikut Ahmadiyah hanya segelintir orang saja di Indonesia, namun isunya bisa menjadi sangat besar dengan adanya ikut campur dari kalangan tersebut.

"Orang Islam marah kalau tiba-tiba ada seseorang diangkat menjadi nabi lain dalam Islam, serta ajaran yang mengubah-ubah Al-Quran," katanya.

Menurut Hasyim, yang mendukung dibiarkannya penyebaran ajaran Ahmadiyah itu hanyalah Jaringan Islam Liberal (JIL) atau LSM yang mengatasnamakan HAM (hak asasi manusia), karena mereka tidak merasa memiliki Islam.

Agama lain, seperti Katholik dan Protestan, lanjut dia, tidak ingin ikut campur dalam persoalan ini, karena mereka juga akan marah jika ada bagian dari mereka, yang misalnya tidak mengakui Yesus.

"Kalaupun Romo Benny Susetyo membela-bela Ahmadiyah itu kan dia menggunakan nama Yayasan Setara, artinya melihat dari sisi HAM nya. Dan dia bukan mengatasnamakan agama Katholik. Agama Katholik tidak mungkin intervensi untuk memperkeruh suasana," pungkas Hasyim. O brn