Senin, 07 Maret 2011

Korban Kebakaran Rawamangun Terlantar

Ist.
Beritabatavia.com - Sekitar 600 orang korban kebakaran di Rawamangun kini terlantar di pinggir jalan. Hingga kini belum ada upaya pemerintah kota Jakarta Timur menampung para korban kebakaran. Mereka mendirikan tenda sederhana di samping tumpukan harta, yang berhasil diselamatkan. Saat ini, pengungsi tersebut memadati jalanan sekitar lokasi bekas kebakaran.

Kebakaran dahsyat melanda kawasan perkampungan Rawamangun pada Minggu (6/3) tengah malam sekitar pukul 23.00 WIB. Petugas pemadam kebakaran baru bisa memadamkan api Senin (7/3) sekitar pukul 02.00 WIB.

"Jumlah pengungsi sekitar 600 orang. Terdiri dari anak-anak, wanita, maupun pria dewasa. Mereka mengungsi di jalan, di tenda Posko maupun di halaman Universitas Ibnu Khaldun," kata petugas PMI Jakarta Timur, Budi Pranoto, Senin (7/3).

Para pengungsi merupakan warga RT 1 dan RT 2 di RW 2 kelurahan tersebut. Mereka merupakan korban amuk api yang menghanguskan pemukiman padat penduduk tersebut. Sedikitnya 85 rumah terbakar dalam peristiwa ini. 15 Mobil pemadam kebakaran membutuhkan waktu setidaknya 3 jam untuk menjinakkan api.

"Sampai sekarang tidak ada korban jiwa. Semalam ada korban histeris. Tetapi tidak parah cuma ketakutan saja," tandas Budi.

Untuk membantu pengungsi, Palang Merah Indonesia (PMI) Jaktim telah memberikan bantuan sejak peristiwa tersebut terjadi Minggu malam hingga Senin dinihari tadi. 3 ambulans dan 14 petugas relawan disiapkan. Pagi ini, PMI akan membangun dapur umum dan tenda darurat.

"Pagi ini kami akan dirikan dapur umum. Sementara akan dibuatkan sarapan dan bubur kacang ijo. Siang nanti akan koordinasi dengan yang lain untuk menyiapkan makan siang dan makan malam," tukas Budi. o end