Senin, 14 Maret 2011

16 Pati Polri Dilantik Juga Dikritik

Ist.
Beritabatavia.com - Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo melantik 16 Perwira Tinggi (Pati) Polri. Dalam acara yang digelar di Ruang Rapat Utama (Rupatama) Mabes Polri, Senin (14/3) hadir semua pejabat tinggi Polri.

Serah terima jabatan ini didasarkan atas Surat Telegram Rahasia (STR) bernomor STR/171/III/2011 tanggal 1 Maret 2011. Salah satu yang hadir adalah Wakapolri Komjen Pol Nanan Soekarna yang menggantikan Wakapolri Komjen Purnawirawan Yusuf Manggabarani yang pensiun.

Hadir pula Komjen Pol Imam Sudjarwo yang menjabat sebagai Kabaharkam menggantikan Komjen Pol Fajar Prihantoro. Prihantoro sendiri kini menggantikan posisi Nanan sebagai Irwasum.

Komjen Pol Oegroseno yang menjabat sebagai Kalemdikpol menggantikan posisi Imam. Mutasi ini merupakan kebijakan pertama Nanan Soekarna ketika hari pertama mulai menjabat sebagai Wakapolri beberapa waktu lalu.

Di jajaran Kapolda, Inspektur Jenderal Polisi Bambang Widaryatmo yang semula sebagai Widyaiswara menjadi Kapolda Kaltim menggantikan Mathius Salempang. Irjen Untung Radjab menjadi Kapolda Jawa Timur menggantikan Irjen Badrotin Haiti yang dimutasi menjadi Koordinator Staf Ahli Kapolri.

Kemudian, Irjen Wisnu Amat Sastro menjadi Kapolda Sumatera Utara menggantikan Oegroseno. Brigjen Wahyu Indra menjadi Kapolda Sumatera Barat.

Di jajaran Reskrim, Wakabareskrim Irjen Pol Dikdik Mulyana Arif dimutasi menjadi Widyaiswara Utama Sespim Polri. Posisinya digantikan oleh Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Mathius Salempang. Namun, pelantikan Wakabareskrim ini dilakukan oleh Kabareskrim.

Indonesia Police Wacth mengkritik Kapolri Jenderal Timur Pradopo harus transparan dalam mengangkat dan memutasi anggotanya. Terutama dengan berpatokan pada 10 komitmennya saat uji kepatutan di DPR beberapa waktu lalu.

Ketua Presidium IPW Neta S Pane menilai, dilantiknya 16 perwira tinggi Polri, memunculkan keresahan. Karena mereka yang diangkat dan mendapat posisi strategis adalah perwira-perwira yang dekat dengan Timur.

"Kapolri harus menepis isu ini, agar soliditas di Polri yang sudah dibangun Kapolri Timur Pradopo bisa segera terwujud," papar Neta dalam rilisnya secara tertulis di Jakarta, Senin (14/3).

Klarifikasi Timur menjadi penting, karena merebak isu bahwa Kapolda yang ditempatkan di Pulau Jawa dan menempati wilayah strategis akan dipegang angkatan 78. Timur sendiri terdaftar dalam korps Polri pada angkatan 78.

Pagi tadi, bertempat di Ruang Upacara Utama, Timur melantik 16 jenderal. Dalam sambutannya, Timur menyatakan mutasi jabatan ini adalah kebutuhan organisasi dan penyegaran sumber daya manusia di tubuh Polri.

Pejabat Polri yang hadir, Wakapolri Komjen Nanan Soekarna, Kabareskrim Komjen Ito Sumardi, Kabaintelkam Komjen Wahyono. Mantan Kabareskrim, Komjen Susno Duadji yang ditempatkan sebagai pemberi nasihat bagi koordinator staf ahli absen. o end