Selasa, 15 Maret 2011
Piala Adipura Korbankan Rakyat Kecil
Beritabatavia.com - Berharap untuk mendapatkan piala Adipura, pemerintah tega mengorbankan rakyat yang sedang mencari nafkah di kawasan Jl Manggabesar, Jakarta Barat. Para pedagang kaki lima mengeluh karena dilarang berdagang mulai 21 - 26 Maret 2011 baik siang maupun malam hari, karena akan ada penilaian piala Adipura.
Menurut salah satu warga bernama Kamsul, pola penilaian Adipura seperti ini tidak mendidik dan membuat kesulitan bagi masyarakat ekonomi lemah yang hidup sehari-hari dari usaha berdagang di kaki lima. Seharusnya, kata Kamsul, penilaian Adipura yang menjadi kebanggan daerah dan penghargaan untuk kebersihan dan ketertiban kota, dilakukan apa adanya. Artinya, pedagang tidak perlu menutup usahanya, mereka tetap berusaha sambil menjaga kebersihan dan ketertiban.
Meliburkan pedagang hanya untuk penilaian adalah bentuk penipuan dalam penjurian. Itu artinya keadaan atau kondisi saat penilaian berbeda dengan keadaan sehari-hari. Jika mereka tidak berdagang, maka kehilangan penghasilan. Padahal mereka
hidup dari penghasilan hari ini untuk hari esok dan seterusnya. Apabila mereka harus berhenti berusaha selama 6 (enam) hari, bagaimana kehidupannya.
Penilaian Adipura seperti sekarang ini menyusahkan kehidupan rakyat kecil. Penilaian seperti sekarang ini yang kamuflase juga sudah memakan korban seperti di Kota Bekasi. Sudah waktunya pola penilaian Adipura dilakukan tidak terjadwal sehingga terjadi interaksi dan sangat mungkin kolusi. o son