Kamis, 24 Maret 2011
Foto Bugil Usai Lulus Sarjana
Beritabatavia.com - Banyak cara dilakukan untuk mengekspresikan kegembiraan termasuk acara kelulusan sekolah. Bagi yang bijaksana mungkin dengan sujud syukur atau berterima kasih pada Tuhan, atau dengan cara berpesta.
Di tanah air setiap acara kelulusan siswa SMU dan SMP selalu diwarnai dengan aksi coret-coret seragam. Maka berbeda dengan para pelajar dan mahasiswa Seoul, perayaan kelulusan pelajar di wilayah Korea Selatan ini tergolong unik namun mengundang kontroversi.
Belum lama ini heboh beredar di negeri gingseng tersebut foto-foto telanjang para mahasiswa Seoul yang sedang merayakan kelulusan wisuda sarjana mereka. Bugil massal tersebut suatu hal yang sangat tidak wajar dan diluar norma kesusilaan bangsa timur.
Hal ini tentu saja membuat banyak kalangan baik pejabat maupun dunia pendidikan di Korsel merasa tercoreng dengan ulah para mahasiswa-mahasiswinya.
Foto-foto bugil usai wisuda itu banyak terupload di internet, menjadikan para orang tua mereka was-was. Karena kasus ini pulalah hingga sang Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak angkat bicara. Beliau mengatakan reformasi pendidikan merupakan salah satu agenda utama negara tahun ini.
Pembenahan pendidikan tidak hanya dari sisi intelektual namun juga dari sisi norma kesopanan yang termasuk dalam adat istiadat leluhur mereka yang harus dijunjung tinggi.
“Mereka telah menodai adat istiadat, kebudayaan dan keramahan bangsa ini. Namun masalah yang mendasar adalah bagaimana menyadarkan para siswa tentang arti sebuah pendidikan,†kata Presiden Lee.
Oleh karenanya pula kurikulum harus segera dirombak total. Hal demikian penting dilakukan sebagai upaya penyelamatan moral generasi penerus bangsa.
Warga Seoul akan memiliki kesempatan menghasilkan UCC (User-Created Content), menasihati murid agar tidak melakukan acara pelemparan tepung dan telur atau merobek seragam mereka di upacara wisuda. Selain itu, lebih sulit bagi lulusan untuk melakukannya dengan meminta mereka memakai topi dan baju seperti biasanya.
Seorang pejabat dengan Dinas Pendidikan mengatakan bahwa, "Mungkin jika kita dapat memberikan cara bagi mereka merayakan lulusan dengan cara normal dan mudah diingat, maka masalah ini akan hilang secara alami. Kita juga perlu memperkuat pemahaman untuk menghormati hukum melalui pengadilan semu dan seterusnya."
Kita tidak ingin generasi penerus bangsa ini menjadi rusak moral dan kepribadiannya karena hal tersebut. Salah satu modal utama yang diperlukan untuk menjaga martabat kemanusiaan yang berbudi luhur dan terhormat. Sudah terbukti bahwa pendekatan intelektual semata tidaklah cukup tanpa dibekali moral dan etika yang berpedoman pada spiritual yang memadai.
Dinas Pendidikan Seoul mengatakan, jika ada siswa tahun ketiga sekolah dasar, menengah, atau tinggi menganiaya mahasiswa tahun pertama atau membuat mereka melepas pakaian, maka akan dianggap sebagai tindak kejahatan dengan melakukan intimidasi, kekerasan, dan penyerangan tidak senonoh.
Dinas Pendidikan juga berencana untuk memperkenalkan sebuah program yang menampilkan makna upacara wisuda sesungguhnya. Ini akan mencakup kapsul waktu, parade cosplay, pembagian kartu, dan kinerja guru.
Selanjutnya, siswa yang beresiko besar terlibat tindakan tidak tepat, serta terperangkap dalam lingkaran setan, akan diidentifikasi dan harus mengikuti kebijakan untuk berurusan dengan hukum seperti yang telah dipertimbangkan, seperti dilansir asiancorrespondent.com. o end