Senin, 10 Mei 2010
Sandhy Sondoro: Berasa Sekelas Aerosmith
Beritabatavia.com - TAK pernah meminta, tiba-tiba Sandhy ditawari dua lagu oleh Diane Warren, penulis lagu langganan para penyanyi top dunia seperti Aerosmith. Tak heran kalau dia merasa ‘sekelas’ dengan band cadas yang diawaki Steven Tyler cs tersebut.
Nama Indonesia pernah harum di blantika musik dunia menyusul keberhasilan sejumlah putra-putri terbaik bangsa menjuarai berbagai festival musik bertaraf internasional, seperti Harvey Malaiholo, Trie Utami, Ruth Sahanaya, hingga AB Three yang belakangan ganti nama menjadi B Three.
Kini di saat sejumlah penyanyi kita merajut mimpi go international, tanpa banyak yang tahu Sandhy Sondoro telah lebih dulu ‘menaklukkan’ hati artis dan penikmat musik AS, salah satu kiblat musik dunia. Pada (8/4) lalu, Sandhy tampil di Hollywood Palladium Theater (HPT), Los Angeles, AS, tempat bergengsi yang biasa digunakan artis top dunia untuk menggelar konser.
Dia tampil dalam konser bertajuk Diane Warren and Friends dan berbagi panggung dengan sederet penyanyi top sejagat yang pernah membawakan lagu-lagu ciptaan Diane, seperti Celine Dion, Gloria Estefan, Toni Braxton, Patti Austin, Eric Bana, Le-Ann Rimes, dan Fantasia. Sandhy menjadi penyanyi Asia pertama dan satu-satunya yang tampil di konser itu. Luar biasa!
Melantunkan Time, Love, and Tenderness, lagu ciptaan Diane yang pernah dipopulerkan Michael Bolton, pria asal Ciputat namun lama tinggal di Berlin, Jerman ini, berhasil membuat penonton HPT terpukau. Mereka langsung berdiri sambil memberikan tepuk tangan panjang (standing ovation) begitu Sandhy selesai bernyanyi. “Alhamdulillah, saya senang banget. Semoga (bisa membantu) orang Indonesia lebih percaya diri,†katanya kepada Voice of America.
Pelantun Malam Biru ini memang diundang langsung Diane untuk membawakan lagu Time, Love, and Tenderness. Sandhy dapat undangan istimewa itu saat tampil di Java Jazz Festival 2010. Saat itu dia menyanyikan satu lagu Diane. Kebetulan, Diane menyaksikannya dan langsung kepincut dengan suara emas Sandhy. “Saya syok, senang banget. Tapi, saya akan bawakan karakter sendiri,†kata Sandhy saat itu.
Menyusul kesuksesan tampil di HPT, Sandhy dapat bonus tak terduga. Dia bakal dibuatkan dua lagu oleh Diane. Diane adalah penulis lagu yang dinilai paling sukses. Lagu-lagu ciptaannya kerap jadi hits, seperti Because You Loved Me (Celine Dion), Can`t Fight The Moonlight (Le-Ann Rimes), dan I Don`t Want to Miss a Thing (Aerosmith). “Seneng banget lah dibikinin lagu sama Diane Warren. Dia itu kan penulis lagu hebat. Langganannya artis-artis ternama di Amerika. Saya diberi lagu sama dia, bukannya saya meminta. Jadi berasa sekelas sama Aerosmith deh sekarang," ungkapnya Sandhy seraya tersenyum.
Selanjutnya, Sandhy akan melakukan tur bersama Diane. Selama di AS, Sandhy juga menyempatkan diri mengunjungi ibunya di San Francisco. "Jenguk ibu sekalian jalan-jalan bareng. Kan sudah lima tahun nggak ketemu,†ujarnya.
Sandhy lahir dari keluarga dengan latar belakang musik yang kuat. Dia hijrah ke Berlin untuk melanjutkan studi di jurusan arsitektur. Berawal dari keinginan memiliki kerja sampingan untuk membiayai kuliah di Berlin, Sandhy menjadi musisi jalanan.
Karir musiknya di Berlin meningkat dan banyak dikenal publik Jerman sejak tampil di salah satu acara televisi nasional Jerman ProSieben pada 2007. Karirnya kian mengkilap setelah menjadi jawara di kompetisi bakat internasional di kawasan Eropa Timur, New Wave 2009. Sejak kemenangannya itu, dia disibukkan dengan penampilan di televisi dan tur keliling Eropa hingga akhirnya bergabung dengan Sony Music. O mean