Kamis, 21 April 2011

Taman Mini Indonesia Indah Go International

Ist.
Beritabatavia.com - Taman Mini Indonesia Indah (TMII) memasuki usia 36 tahun. Di usianya yang semakin matang itu, TMII mendapatkan kado istimewa dari Pemerintah RI yakni akan dijadikan lembaga pelestari budaya Indonesia. Tidak hanya itu, kawasan wisata yang kemunculannya dicetuskan oleh mendiang Ibu Tien Soeharto ini juga akan didaftarkan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata RI ke UNESCO, sebagai warisan budaya bangsa.

Menteri Kebudayaan dan Pariwisata, Jero Wacik, mengatakan, TMII layak didaftarkan ke UNESCO karena telah teruji eksistensinya dalam melestarikan budaya bangsa. TMII juga banyak menyimpan benda-benda budaya dari berbagai daerah di pelosok nusantara ini. Diharapkan, ke depan TMII akan semakin dikenal di dunia internasional menjadi bagian dari aset dunia dalam hal seni budaya.

"Kami melihat, TMII harus didaftarkan ke UNESCO agar lebih dikenal di dunia. Maknanya, bangsa Indonesia harus bisa menjunjung tinggi karya-karya para pendahulunya, sekecil apapun. Karena itu merupakan jasa pada bangsa dan negara," ujar Jero Wacik, saat menghadiri perayaan HUT ke-36 TMII, Rabu (20/4) malam.

Jero Wacik menyebutkan, berbicara mengenai TMII maka akan mengingatkan pada sosok anak bangsa yang memiliki gagasan untuk membangun TMII. Sosok itu adalah, mendiang Ibu Tien Soeharto. "Saya sangat memberikan  apresiasi gagasan Ibu Tien ini. Karena bangsa yang besar adalah yang mau menghargai karya-karya para pendahulunya," kata Jero Wacik.

Menurutnya, jika ada wisatawan mancanegara yang ingin tahu tentang Indonesia, cukup mengunjungi TMII, sebaga miniatur Indonesia. Namun, jika ingin lebih luas lagi tentunya harus datang atau berkunjung ke daerah-daerah.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Prijanto, setuju dan mendukung langkah Kementerian Budaya dan Pariwisata untuk mendaftarkan TMII sebagai warisan budaya bangsa. Baginya, langkah dijadikannya TMII sebagai lembaga pelestari budaya bangsa sangat tepat. Sehingga diharapkan TMII akan semakin kokoh, eksis dalam melestarikan budaya bangsa. "Kami berharap TMII ke depan semakin eksis dan dikenal di penjuru dunia. Kemudian seluruh anjungan yang ada segera melengkapi karya budaya dari daerahnya masing-masing. Sehingga TMII ini akan lebih membahana lagi," ungkap Prijanto.

Sementara, dalam merayakan HUT ke-36, TMII menyuguhkan berbagai aneka hiburan menarik. Alhasil, ratusan warga ibu kota dan sekitarnya, berbondong-bondong memadati TMII. Terlebih pihak TMII menggratiskan bagi siapa saja yang berkunjung menikmati aneka hiburan yang ada mulai pukul 08.00 hingga acara pada puncak perayaan pukul 24.00, kemarin.

Agar lebih menarik, pihak panitia menyuguhkan berbagai hiburan menarik. Mulai dari membuat pertunjukan 360 kembang api spektakuler di Plaza Arsipel, membunyikan gamelan corobalen dan menari bima suci nonstop 36 jam, 36 menit, 36 detik. O brn  (foto: google map)