Selasa, 03 Mei 2011
Tiga Oknum Brimob Otaki Penculikan dan Pemerasan
Beritabatavia.com - Pusing tidak punya duit, tiga oknum Brimob Datesemen D Cikarang nekad melakukan bisnis main gertak kepada pemilik bengkel motor. Gertakan tak mempan, akhirnya menculik, menganiaya, memeras dan membuang korbannya di tengah jalan. Itulah yang dilakukan oknum Brimob, Briptu AF, Briptu A dan Brigadir S.
Ketiga oknum Brimob sebagai otak penculikan, pemukulan dan pemerasan terhadap HS, pemilik bengkel motor di Jalan I Gusti Ngurah Rai, Klender, Jakarta Timur. Ketiganya pun ditangkap anggota Polres
Jakarta Timur dan sudah ditahan, ungkap Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Baharudin Djafar, di Jakarta, Selasa (3/5/2011).
Dijelaskan, kasus ini bermula ketika tiga pelaku datang ke bengkel korban Jumat malam 29 April 2011, sekitar pukul 23.00 WIB. Semula mereka mau membeli lampu motor jenis Kawasaki RX King, HS. Namun, ketiganya melihat motor Yamaha RXZ milik korban, yang diduga tidak memiliki surat-surat atau bodong. Mereka pun menggertak HS.
Merasa motornya memiliki surat-surat yang lengkap mulai dari STNK dan BPKB, HS menolak tuduhan tersebut. Ketiga Brimob tetap ngotot bahwa motor itu tidak memiliki surat-surat. Akhirnya sempat terjadi cek cok mulut, kemudian pelaku membawa korban dengan kondisi tangan terborgol ke Xenia B 8885 PMJ yang digunakan pelaku.
Korban juga dipukul oleh pelaku dan ditodongkan senjata api jenis revolver. Setelah itu ia dibawa dan dibuang di daerah Cipinang Lontar, Jakarta Timur. Sabtu 30 April 2011, sekitar pukul 07.00 WIB
korban melapor ke Polsek Jatinegara.
“Ketiga pelaku sudah ditangkap petugas Polres Jakarta Timur. Dari pemeriksaan, pelaku ternyata bekerjasama dengan seorang warga sipil berinisial G,†kata Baharudin.
Kejahatan tersebut, kata dia, diotaki oleh ketiga oknum Brimob itu. Sementara G, memberikan informasi motor tersebut ke tiga pelaku. “G ini tadinya mau beli motor tersebut. Tapi motornya sendiri tidak jadi diambil,†ujarnya.
Motifnya, sambung dia, adalah masalah ekonomi. Ketiganya hanya mau mendapatkan uang dengan cara-cara yang menyalahi dan tidak benar. o end