Jumat, 14 Mei 2010
Bocah Hilang Terseret Arus
Beritabatavia.com - JAKARTA. Nasib naas menimpa Fitria Rahma (5). Putri bungsu pasangan Asmani (46) dan Hayani (43), hingga saat ini belum kembali ke rumahnya di Jalan Subur Ujung, RT 04/13 No 33, Menteng Atas, Setia Budi Jakarta Selatan, setelah sehari sebelumnya sempat terjatuh ke dalam saluran air selebar satu meter dan dalam 50 cm. Selokan itu tersambung ke Kali Ciliwung. Hingga saat ini Tim SAR dari Menteng atas berjumlah 4 orang dibantu Sudin Pemadam dan Penanggulangan Bencana (Damkar dan PB) Jakarta Selatan masih terus melakukan pencarian korban.
Sebelum kejadian, Fitria Rahma (5) diketahui sedang bermain hujan dengan kakaknya, Fadila Wati (7) sekitar pukul 14.00, Kamis (14/5). Beberapa teman korban yang juga ikut bermain hujan, mengajaknya ke tempat lebih jauh hingga jarak seratus meter dari rumahnya menuju saluran air.
Naas, korban yang usianya paling kecil di antara enam orang teman dan kakaknya, terpeleset di saluran air yang airnya cukup kencang. Korban sempat berpegang pada tiang listrik, bahkan kakak korban juga sempat memegangi selama beberapa saat. "Namun karena tidak kuat akhirnya terlepas juga," jelas Yanti (20), kakak kandung Fitria Rahma saat ditemui di rumahnya, Jumat (14/5).
Pihak keluarga dibantu warga sekitar serta Tim SAR, hingga pagi tadi terus berusaha mencari bocah malang tersebut. Namun, hingga saat ini korban belum juga dapat ditemukan. Pada saat kejadian korban hanya mengenakan kaos dalam dan celana panjang berwarna abu-abu.
Pencarian juga tidak terpaku di saluran air tempat jatuhnya korban saja, tapi juga dilakukan di kali yang melintasi wilayah tersebut. Tapi, tetap saja tubuh korban belum ditemukan. Bahkan, untuk memudahkan pencarian, Pintu Air Manggarai juga sempat ditutup. "Siapa tahu nyangkut di sana, tapi tetap saja nggak ada juga," keluhnya.
Warga sekitar sebenarnya menganggap aneh peristiwa ini, karena selokan itu tidak dalam, kalau saja anak itu maupun kakaknya tidak panik, mungkin Fitria dapat tertolong. Sementara menurut keterangan Abdullah (50), petugas keamanan setempat, peristiwa hilangnya anak di lokasi tersebut telah terjadi untuk yang kedua kali. Sebelumnya, sekitar dua bulan lalu, seorang anak juga terseret arus di selokan itu dan akhirnya ditemukan di kebun dekat kuburan China yang berjarak seratus meter dari lokasi. O brn