Rabu, 25 Mei 2011

Lahan Padi Alami Puso Melonjak

Ist.
Beritabatavia.com - Lahan areal tanaman padi yang terkena puso atau gagal panen, grafik makin melonjak. Hingga April 2011 mencapai 14.236 hektare (ha). Dikarenakan mulai terkena banjir, kekeringan hingga serangan Organisme Penggangu Tanaman (OPT). Kondisi ini akan mempengaruhi produksi padi secara nasional.

"Jumlah sawah yang terkena puso masih terbilang rendah bila dibandingkan tahun 2010 lalu pada periode yang sama yang mencapai 134.381 ha," ujar Direktur Perlindungan Tanaman Ditjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Ruswandi di Jakarta, Rabu (25/5).

Luas lahan tanaman padi yang terkena banjir, lanjut dia, periode Januari-April 2011 seluas 73.767 ha. Sementara luas lahan yang kekeringan seluas 12.393 ha. Sedangkan yang terkena OPT seluas 260.325 ha. Namun, dari semua itu, yang benar-benar puso sebesar 14.236 ha.

Memang Kemtan melakukan sejumlah upaya pengendalian OPT dan mengantisipasi gagal panen. Juga bersama dinas pertanian terus melakukan monitoring dan evaluasi perkembangan luas serangan OPT dan dampak perubahan iklim. Bahkan melakukan gerakan pengendalian OPT baik secara swadaya oleh petani maupun pemanfaatan bantuan pestisida, katanya.

Selain itu, sambung dia, Kementan memberi rekomendasi pemberian bantuan benih melalui cadangan benih nasional (CBN) untuk areal lahan yang puso karena bencana alam, banjir, kekeringan dan serangan OPT. Realisasi Sekolah Lapang PHT sebanyak 168 unit yang terealisasi dari rencana 505 unit. Dan realisasi Sekolah lapang Iklim sebanyak 124 unit yang terealisasi dari rencana 247 unit. o end