Sabtu, 28 Mei 2011

RS Depok Masih Tolak Pasien Miskin

Ist.
Beritabatavia.com - Sejumlah rumah sakit di Depok, Jawa Barat masih menolak pasien miskin meski telah memiliki kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda). Padahal, Pemkot Depok dan rumah sakit telah sepakat untuk menerima pasien Jamkesda sebagai pengganti Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) dengan anggaran yang sudah ditanggung pemerintah kota.

Wali Kota Depok, Nur Mahmudi Ismail mewajibkan seluruh rumah sakit memberi pelayanan maksimal dan dilarang menolak pasien Jamkesda. Kata dia, jika kamar kelas tiga penuh, maka rumah sakit wajib memberikan rujukan.

“Kartu yang tersedia dan dimiliki oleh mereka, sudah tidak perlu lagi menjadi pengantar -pengantar lain, itu sudah seperti kartu Askes. Pemerintah kota telah bertanggung jawab soal dananya," ujarnya di Depok, Sabtu (28/5).

Walikota melanjutkan, pihaknya sudah membuat kesepakatan antara Dinas Kesehatan dan rumah sakit, oleh karena itu rumah sakit hendaknya dapat menerima pasien pemegang kartu jamkesda dengan baik dan memberikan pelayanan yang semestinya.

Sebelumnya salah satu rumah sakit di Depok menolak pasien miskin yang hendak melahirkan hingga terlantar. Padahal, Pemerintah Kota Depok mengalokasikan anggaran Rp 10 miliar untuk menanggung anggaran pasien miskin pengguna kartu Jamkesda. Program Jamkesda sudah diberlakukan sejak awal tahun 2011 dengan jumlah kuota pasien miskin sebanyak 180 ribu jiwa. O brn