Sabtu, 11 Juni 2011

Kaburnya Nazarudin Lanjutan Skenario Buying Time

Ist.
Beritabatavia.com - Kaburnya mantan Bendahara Umum Partai Demokrat (PD) Nazarudin merupakan episode lanjutan dari skenario buying time untuk melupakan masyarakat atas kasus Sesmenpora.  Hal tersebut disampaikan ketua Badan Pengurus SETARA Institute  Hendadri dalam siaran persnya, kemarin.

Menurutnya, sudah dapat diduga bahwa kehadiran Nazaruddin untuk memenuhi panggilan KPK
adalah isapan jempol. Nazaruddin jelas tidak mengindahkan KPK. Pilihan Nazar itu
diduga mendapat dukungan PD, yang secara sengaja memproteksi Nazar dan tidak
sungguh-sungguh menuntaskan masalah ini. Karena Fraksi Partai Demokrat (PD) yang
mengijinkan Nazaruddin berobat ke Singapura, maka seharusnya PD termasuk pihak
yang bertanggungjawab untuk menghadirkan Nazaruddin.

Panggilan KPK atas  Nazaruddin dengan  kasus Kemendiknas tampak janggal. KPK
memilih kasus Kemendiknas karena mengandung resiko kecil dan tidak melilit
aktor-aktor politik  PD lainnya,  seperti  di duga dalam kasus Sesmenpora. Ini
lanjutan dari skenario buying time untuk membuat publik lupa pada kasus
Sesmenpora.Mudah diduga, 3 orang yang saat ini menjadi tersangka kemudian nanti
divonis bersalah akan menutup dan memutus jejaring korupsi pada aktor politik.

Sementara isu sakit dan kesulitan pelacakan akan menjadi sandiwara panjang
seperti dalam kasus Nunun, publik kembali disuguhi permainan petak umpat
Nazaruddin dan KPK. Kuat sekali kesan KPK berhati-hati dalam menangani kasus mantan petinggi Demokrat ini, karena dipastikan setiap langkah KPK akan menyentuh kekuasaan.
Tapi KPK tampaknya pula lebih nyaman bergerak seirama dengan dinamika yang
terjadi di PD.0 son