Sabtu, 11 Juni 2011

Walikota Bogor Cari Dukungan Politik

Ist.
Beritabatavia.com - LSM Setara Institute menduga ada kepentingan politik di balik pengabaian hukum yang dilakukan oleh Walikota Bogor dengan mencabut Ijin Mendirikan Bangunan Gereja Kristen Indonesia, GKI Yasmin di Tanah Sareal, Bogor.

Wakil Setara Institue, Bonar Tigor Naipospos mengatakan tindakan yang dilakukan oleh walikota Diani Budiarto hanya bertujuan untuk mencari simpati terhadap kelompok-kelompok tertentu untuk mendukungnya. Perbuatan semacam itu dipandang lazim dilakukan oleh pejabat pemerintahan yang mencari dukungan dari kelompok yang memiliki nama besar dan pendukung yang banyak.

"Diani Budiarto berpikir bahwa kelompok-kelompok garis keras menjadi konstituennya. Kelompok ini diperlukan untuk memuluskan langkahnya untuk maju pada pemilihan walikota berikutnya atau untuk proses yang lebih tinggi lagi. Ini yang selalu membuat penegakan hukum di Indonesia menjadi rumit," ujarnya di Jakarta, Sabtu (11/6).

Bonar menambahkan, untuk menyelesaikan kasus semacam ini diperlukan ketegasan dari aparat penegak hukum untuk menindak oknum-oknum yang dianggap melanggar konstitusi.

Sebelumnya, sejumlah LSM Pegiat HAM serta Lembaga Bantuan Hukum berencana mempidanakan Walikota Bogor. Diani Budiarto dianggap telah melakukan pembangkangan hukum terkait pencabutan IMB gereja melalui SK Walikota Bogor pada Maret 2011 lalu, meskipun Mahkamah Agung telah memerintahkan Diani untuk membuka segel gereja tersebut. O brn