Minggu, 19 Juni 2011

Polisi Diminta Usut Kematian Anggota DPRD Tangsel

Ist.
Beritabatavia.com - Diduga ada kejanggalan, Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah meminta petugas kepolisian mengusut tuntas kematian perwakilan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Abdul Rahim di Batam, Jumat (17/6) lalu.

“Petugas kepolisian harus membentuk tim khusus dan mengambil langkah konkrit jika memang ada bukti bahwa ada tindak kekerasan di tubuh almarhum Abdul Rahim,” ujarnya Gubernur Ratu Atut Chosiyah didampingi Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, Minggu (19/6).

Kematian anggota Komisi A DPRD Kota Tangsel tersebut saat kunjungan kerja ke Batam perlu diselidiki. Atut berharap kepolisian bekerja cepat untuk mengusut meninggalnya mantan Lurah Rawa Lumbu tersebut.

Sementara itu, Ketua Rombongan Kunjungan Kerja Komisi A, B dan C, yang juga anggota Komisi C DPRD Kota Tangsel, Gacho Sunarso, mengatakan tidak ada kekerasan terhadap Abdul Rahim apalagi pembunuhan. "Saya berani jamin 100 persen tidak ada pembunuhan," terangnya.

Menurut Wakil Ketua Fraksi Partai Demokrat ini Abdul Rahim meninggal karena gagal jantung saat dalam perjalanan menuju rumah sakit Awal Bros, Batam. "Berdasarkan keterangan dokter di sana, meninggal karena sakit," ujarnya.

Kecurigaan sempat merebak, karena almarhum menderita luka memar. Namun ketua DPRD Kota Tangsel Bambang P Rahmadi mengatakan luka memar yang ada di wajah dan tubuh Abdul Rahim disebabkan benturan yang terjadi karena terkena benturan tembok. Dijelaskan, saat itu Abdul Rohim menderita kesakitan yang amat sangat. "Karena tidak tahan dengan sakit jantung yang dideritanya, dia membenturkan wajah dan mencakar tubuhnya sendiri," katanya.

Bahkan, lanjut Bambang korban sempat teriak-teriak di dalam kamarnya. Tetapi tidak terdengar oleh anggota DPRD Kota Tangsel yang menginap di Hotel Harmoni One, kamar No 392. Karena, Abdul Rahim tidur di dalam kamar itu sendiri.

"Dia sempat turun ke lobby hotel dan berguling-guling sambil membenturkan badannya," terangnya. Setelah itu, kata dia petugas hotel langsung membangunkan Cecep, salah seorang staf DPRD Kota Tangsel. Kemudian, Cecep pun membangunkan seluruh anggota DPRD Kota Tangsel.

Karena kondisinya yang terus memburuk, Abdul Rahim lantas dibawa ke RS Awal Bros. Dalam perjalanan menuju ke rumah sakit itulah, Abdul Rahim menghembuskan nafas terakhirnya. “Dalam perjalanan menuju RS, korban meninggal," ucapnya. O brn