Senin, 27 Juni 2011
Lelet Usut TKI Disiksa, Kemenlu Dilaporkan ke Ombudsman
Beritabatavia.com - Kinerja Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang lelet, lamban dan tak becus mengusut kasus penyiksaan Tenaga Kerja Wanita (TKW) Ernawati (17) yang meninggal di Riyadh, Arab Saudi, keluarga Ernawati melaporkan Kemenlu ke Ombudsman.
"Saya melaporkan ini ke Ombudsman karena ingin mendorong instansi yang ada kaitannya dengan TKI lebih cekatan menangani kasus," kata staf divisi advokasi Migrant Care, Eli Anita, di Kantor Ombudsman Jakarta, Senin (27/6).
Eli menegaskan seharusnya Kemenlu bisa merespon lebih cepat ketika mendapat pengaduan mengenai penganiayaan terhadap Ernawati dari keluarga. Sebab, pihak keluarga didampingi oleh Migrant Care awalnya pada tanggal 31 Januari 2011 telah menyampaikan ke Kemenlu mengenai keadaan Ernawati yang mengkhawatirkan akibat kekerasan oleh majikan dan dalam keadaan tertekan karena dipaksa melayani teman kencan majikannya.
Namun tidak ada tindakan atau respon dari Kemenlu sampai akhirnya Ernawati dikabarkan meninggal pada tanggal 10 Februari 2011. Tanggal 31 Januari 2011 sudah melapor ke Kemenlu dan jawaban mereka akan ditindaklanjuti. Tanggal 11 Februari 2011 juga mempertanyakan perkembangan dari Kemenlu dan melaporkan bahwa Erna meninggal. "Tetapi, tanggapan mereka akan menyelidiki apakah berita itu benar atau tidak," ungkap Eli.
Tetapi, kemudian tanggal 13 Februari 2011 ketika ditelepon oleh kakak kandung korban, Yeni Larasati, Kemenlu membenarkan bahwa Ernawati telah meninggal dunia.
Atas dasar tersebut keluarga melaporkan respon Kemenlu yang dianggap lamban. Padahal, seharusnya memiliki waktu 10 hari untuk mengambil tindakan setelah laporan pertama tanggal 31 Januari 2011.
Ernawati adalah TKW asal Indonesia yang bekerja di Riyadh, Arab Saudi sejak tahun 2008. Kemudian, mengabarkan kondisinya yang mengkhawatirkan ke keluarga hingga akhirnya meninggal pada 10 Februari 2011. Tetapi, hingga saat ini jenazahnya masih di Arab Saudi.o end