Senin, 04 Juli 2011
Tawuran Akibat Masalah 'Sepele'
Beritabatavia.com - Walikota Jakarta Selatan, Syahrul Effendi menilai tawuran di Pasar Rumput seringkali dipicu dengan masalah-masalah sepele, mulai dari pertandingan sepakbola, permainan burung merpati, hingga layangan putus yang sebenarnya tidak perlu diperpanjang.
"Peristiwa tawuran biasanya hanya dikarenakan masalah sepele," kata Syahrul, Senin (4/7).
Namun, Kasatpol PP DKI Jakarta Effendi Anas menilai, pemicu pertikaian ada kemungkinan karena masalah kepentingan ekonomi, yaitu lebih pada persaingan usaha. “Bisa jadi masalahnya karena persaingan usaha itu,†katanya.
Tapi, apapun motifnya, akibat tawuran itu menyisakan kerusakan fasilitas publik terutama halte bus Transjakarta koridor IV (Dukuhatas-Pulogadung) di kawasan Pasar Rumput, yang mengalami kerusakan hingga 60 persen.
Untuk mengantisipasi bentrokan kembali, di lokasi akan dipasang kamera pengintai (CCTV) sebanyak lima unit. Pemasangan akan dilakukan dalam dua pekan ini.
Walikota Jakarta Pusat, Saefullah, mengatakan pemerintah akan menyelesaikan kasus tersebut, dengan mengadakan pertemuan dengan camat Menteng, camat Setiabudi, lurah Mentengtenggulun, lurah Setiabudi, tokoh masyarakat dan warga yang bertikai.
“Pertemuan diadakan di Kelurahan Menteng malam ini untuk mencari solusi,†kata Saefullah usai rapat dengan Wakil Gubernur Prijanto di Balaikota DKI Jakarta, Senin (4/7).
Hingga saat ini pemicu masalah tersebut masih terus ditelusuri. Dugaan adanya provokator dalam pertikaian tersebut juga sudah masuk kepada walikota, setelah adanya beberapa laporan kepada dirinya. “Kami melihat ada indikasi provokasi dari pihak luar. Karena kami menerima laporan orang-orang yang memulai pertikaian dari luar kedua belah pihak,†jelasnya.
Ia menambahkan pengusutan aksi provokator tersebut akan diserahkan kepada pihak kepolisian. Mengingat aksi brutal tersebut merupakan tindak kriminal dan membahayakan orang lain. O brn