Kamis, 14 Juli 2011

Cara Memberantas Kejahatan

Ist.
Beritabatavia.com - Sebuah kisah sukses yang membuat kita tercengang. Berasal dari kalangan keluarga mafia, justru menjadi seorang anti mafia. Pemikiran, ucapan dan tindakan serta tekad dan keseriusannya mampu merubah keadaan. Sehingga menjadi legenda yang  selalu dikenang masyarakat New York.

Jakarta sebagai ibukota  dan sekaligus pusat seluruh kegiatan baik  pemerintahan, politik, ekonomi. Boleh dikatakan, mirip dengan kota New York (NY) Amerika Serikat (AS) yang sebelumnya dianggap sebagai ‘surga’ bagi para pelaku kejahatan. Namun, kini warga maupun pengunjung merasakan bahwa kota New York adalah sebuah tempat yang aman dan nyaman.
Sehingga, kalau ada pertanyaan siapa manusia yang dianggap berhasil menekan angka kejahatan (crime rate) di New York ? Pasti jawabannya adalah Rudi Giuliani, yang membuat kota New York hingga sekarang aman. Rudi Guiliani adalah seorang Mayor (gubernur negara bagian) New York, selama dua periode dari tahun 1994 hingga 2001.
Berasal Dari Lingkungan Mafia

Terlahir pada tanggal 28 Mei 1944, di Brooklyn New York. Ayahnya Harold Angelo Giuliani (1908–1981) dan ibunya Helen C. D’Avanzo (1909–2002) berasal dari golongan buruh berpenghasilan rendah, keduanya adalah imigran dari Italy yang mencoba mencari peruntungan hidup di Amerika Serikat. Ayahnya, Harold banyak berurusan dengan polisi karena seperti kebanyakan imigran Italia mereka banyak berhubungan dengan mafia (organized crime) yang mengelola perjudian dan peminjaman uang.

Walaupun berasal dari keluarga yang banyak berurusan dengan aparat hukum, Rudi justru menyelesaikan kuliahnya dari New York University School of Law di Manhattan, dengan predikat Cum Laude dan mendapat gelar Juris Doctor . Ia memulai kariernya pada United States Department of Justice (Departemen Hukum Amerika Serikat) sebagai Jaksa, dan karir cemerlangnya dimulai ketika ia diangkat menjadi Jaksa Distrik kantor wilayah Selatan New York. Rudi dihadapkan pada kasus-kasus “high profile” seperti kasus menghebohkan yang terjadi di bursa efek Wall Street yang melibatkan terdakwa Ivan Boesky dan Michael Milken. Ia  juga banyak menangani penuntutan kasus-kasus peredaran narkoba, kejahatan terorganisir, dan kasus korupsi.

Rudi Giuliani juga ditunjuk sebagai ketua “Komisi Peradilan Mafia” yang telah sukses memenjarakan 11 tokoh – tokoh utama “organized crime”, termasuk yang paling terkenal adalah John Gotty dari “five families” bos Mafia dari New York.
Sederet sukses yang diraih dari tugas dan tanggungjawab yang dibebankan kepada Rudi Giuliani, sehingga menjadi legenda dan dikenang sebagai seorang yang berhasil menurunkan angka kejahatan di New York.
Sepak terjang Rudi Giuliani patut dicontoh, untuk menjadikan Jakarta sebagai kota yang aman, nyaman dan bersih serta memberikan kehidupan bagi masyarakatnya. Tentu, pelaksanaannya disesuaikan  dengan kondisi dan budaya masyarakat Indonesia, khususnya Jakarta.

Prestasi Meraih Kemenangan

Prestasi gemilang saat menjadi Jaksa di wilayah Selatan New York dijadikan modal untuk mengikuti Pilkada Gubernur New York pada 1993. Sebagai seorang republikan, Rudi menggunakan  partai Republik sebagai kendaraan politik bersaing dengan calon Partai Demokrat George Marlin.
Selain gaya orasi Rudi yang menarik simpati masyarakat New York, dengan materi kampanye akan ‘menciptakan keamanan’ menghantarkannya meraih kemenangan. Dalam kampanyenya, Rudi Giuliani menjanjikan apabila menang akan fokus pada Kepolisian kota New York untuk menghilangkan “street crime” dan gangguan keamanan agar bisa meningkatkan kualitas hidup warga New York.

Tema kampanye yang sederhana itu ternyata menarik minat New Yorker yang bosan dengan keadaan kotanya yang sangat rawan dan berbahaya serta menjadi ancaman bagi warganya. Janji kampanye itulah membuat  Rudi Giuliani menang sebagai Mayor New York, dan kembali menang tidak terbendung pada pemilihan kedua pada tahun 1997.
Penegakan Hukum Ala Giuliani

Pada masa priode pertama sebagai Mayor,  Rudi Giuliani bahu membahu dengan kepala kepolisian kota New York Bill Bratton melakukan berbagai upaya untuk mengadopsi strategi pencegahan kejahatan yang agresif berdasarkan pendekatan “Broken Window” yang ditemukan oleh profesor political scientist Mr. James Q. Wilson.
Caranya adalah membasmi segala “kejahatan kecil” yang selama ini dianggap remeh oleh polisi seperti,grafitti (mencoret tembok), pemeras jalanan (tukang kompas), pecandu narkoba, dan segala bentuk-bentuk premanisme lainnya.
Dalam teorinya, taktik ini dipergunakan untuk “Menyampaikan Pesan” bahwa pemerintah dan kepolisian “serius” untuk mulai menertibkan kota. Ada satu prinsip dari teori ini yaitu “Menertibkan kejahatan besar harus dimulai dari menertibkan kejahatan kecil/street crime”. Sehingga, dengan tidak memberikan toleransi sama sekali pada kejahatan kecil, otomatis kejahatan besar tidak akan berkembang. Dan teori ini terbukti, aksi premanisme di kota New York menurun drastis.
 
Rudi Giuliani dan Bratton juga mengenalkan “pendekatan komparatif statistik Kejahatan” (istilah mereka Comp Stat) yang memetakan kejadian kriminal berdasarkan lokasi geografisnya, sehingga dapat dilihat secara jelas Pola kejahatan di suatu daerah, juga dapat diketahui daerah yang mempunyai klasifikasi “rawan” maupun “tidak rawan”.
Nah,  hebatnya data ini digunakan sebagi indikator keberhasilan anggota Polisi dalam bertugas. Seorang polisi dikatakan berhasil apabila wilayah yang menjadi tanggung jawabnya dari klasifikasi “rawan” menjadi “tidak rawan” dan dianggap tidak berhasil apabila data tersebut kebalikannya dari “tidak rawan” menjadi “rawan”.
Walaupun CompStat pada awalnya banyak dikritik karena akhirnya banyak polisi yang memanipulasi data kejahatan diwilayahnya karena takut dikatakan “tidak bekerja” namun berkat pengawasan internal kepolisian yang ketat tidak ada lagi manipulasi data, bahkan Comp Stat mendapat penghargaan oleh Kennedy School of Government sebagai inovasi terbaik pemerintahan tahun 1996.

Sukses Berkelanjutan

Tak dapat disangkal, masa pemerintahan Rudi Giuliani angka kejahatan di New York turun secara signifikan. Keberhasilan itu disusul dengan berbagai pujian setinggi langit yang di terima Rudi Giuliani dari berbagai kalangan. Bahkan, Sosiologis dari University Of California Frank Zimring dalam bukunya “The Great American Crime Decline” mengatakan apa yang dilakukan oleh Giuliani sebagai “Kebijakan yang paling fokus dalam sejarah penegakan hukum” ia mengatakan pula kejahatan di New York turun hingga setengahnya atas kebijakan Giuliani.

Tidak hanya itu, keberhasilan pemerintahan Rudi menurunkan angka kejahatan berkelanjutan dan berdampak pada kepala Polisi New York Bill Bratton. Sang kepala polisi itu kemudian  “dipinang” oleh Mayor Los Angeles (LA) untuk menjadi Kepala Kepolisian LA. Karena, LA sebagai kota pesaing NY merasa “panas kuping” atas keberhasilan NY menurunkan kejahatan, dibanding dengan LA yang masih tetap tinggi.0 rei/son