Kamis, 14 Juli 2011
Polisi Sita Sabu Senilai Rp15 M
Beritabatavia.com - Sebuah sindikat narkoba jaringan Internasional berhasil digulung jajaran Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya. Dari dua tersangka Yn alias Nr dan Sg alias As warga negara Indonesia, serta Krt alias And warga negara Malaysia, disita narkoba jenis shabu seberat 8 Kg. Para pelaku ditangkap dari Apartemen City Lofts, Jakarta dan Apartemen Sahid, Jakarta. Sayangnya, dua tersangka lainnya warga negara Malaysia, AF dan AH, berhasil kabur dan saat ini masih dalam pengejaran polisi.
Direktur narkoba Polda Metro Jaya Kombes Nugroho Aji mengatakan tersangka adalah warga negara asing dan warga negara Indonesia. “Tersangka YN dan KRT ditangkap pada Minggu, 10 Juli 2011 pukul 22.15 di Apartemen City Lofts, Jakarta. Sedangkan SG ditangkap pada Senin, 11 Juli 2011 pukul 02.20 di Apartemen Sahid, Jakarta,†kata kombes Nugroho Aji, Kamis (14/7).
Dari tangan para tersangka , polisi menyita barang bukti berupa 23 bungkus plastik yang berisi narkotika jenis sabu seberat 8 kilogram. Diantaranya adalah satu ons sabu jenis blue ice senilai Rp3 miliar. "Dari TKP pertama (Apartemen City Lofts) disita tiga kilogram. Sedangkan dari TKP kedua (Apartemen Sahid) disita lima kilogram," ujar Nugroho.
Dari ketiga tersangka, polisi juga menyita 10 butir ekstasi, empat unit telepon seluler, tiga unit timbangan, satu buku paspor Malaysia, dan uang tunai dengan rincian 570 Ringgit Malaysia, 5 Yuan, dan 17 ribu Dong Vietnam. Semua barang bukti tersebut senilai Rp 15 miliar.
Ketiga tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) subsider Pasal 112 ayat (2) juncto Pasal 132 ayat (1) Undang-undang Narkotika dengan ancaman pidana mati, seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat lima tahun dan paling lama 20 tahun.
Pengungkapan sindikat narkoba jaringan internasional ini bermula dari informasi masyarakat. Kemudian tim yang dipimpin Ipda Mansur melakukan penyelidikan selama dua bulan. Hingga dilakukan penangkapan dan penyitaan atas barang bukti tersebut. Ketiga tersangka, kini masih menjalani pemeriksaan intensif, guna membongkar jaringan yang lebih besar.0 son