Kamis, 14 Juli 2011

Korban Tembok Runtuh Kebon Jeruk Bertambah

Ist.
Beritabatavia.com - Muhammad Al Farizi atau Faris (3) korban yang tertimpa tembok runtuh di Jl Berdikari Nomor 24, RT 01/09, Kelurahan Sukabumi Utara, Kecamatan Kebonjeruk, Jakarta Barat, Rabu (13/7) kemarin, akhirnya tak dapat diselamatkan. Sebelumnya adik korban, Azirah Sabilah (3 bulan), juga meninggal di tempat kejadian akibat peristiwa naas tersebut.

Kepala Unit Reskrim Polsek Kebon jeruk AKP Priyo Utomo mengatakan, berdasarkan laporan anggotanya yang berada di RS Pusat Pertamina Jakarta Selatan, Al Farizi meninggal karena mengalami luka dalam. “Mungkin secara kasat mata, fisiknya tidak kelihatan terluka parah, bahkan masih utuh. Namun ternyata setelah diperiksa keseluruhan oleh tim dokter, dia menderita gegar otak parah. Selain itu saat bernafas dia juga tersendat-sendat hingga setelah dirawat selama 12 jam akhirnya meninggal,” ujar Priyo, Kamis (14/7).

Priyo menambahkan, untuk mandor serta beberapa kuli bangunan yang mengerjakan pembangunan rumah di samping rumah korban, saat ini masih dimintai keterangan dan belum ada yang dijadikan tersangka.

Ada Kecerobohan Dalam Pembangunan

Kasie Penertiban Sudin Pengawasan dan Penertiban Bangunan (P2B) Jakarta Barat, Febriana Tambunan tidak menampik jika pada awal pengerjaannya bangunan itu tidak memiliki izin. Saat itu, pihaknya sudah meminta agar pengerjaan dihentikan, dan kemudian dituruti oleh pemilik bangunan yang akhirnya membuat izin mendirikan bangunan (IMB) pada April 2011.

“Artinya sesuai prosedur kami sudah melakukan pengawasan terhadap pembangunan rumah yang temboknya runtuh tersebut. Konstruksinya juga sudah memenuhi konstruksi bangunan yang standar. Jadi kalau dibilang ada penyimpangan mungkin kurang sesuai. Penyebab robohnya tembok tersebut bukan karena kontruksinya yang buruk dan tidak sesuai ketentuan. Tapi karena tertiup angin yang sangat kencang,” katanya.

Demi menghindari robohnya kembali sisa tembok yang ada, pihaknya sudah menghimbau kepada pemilik bangunan untuk meruntuhkan sisa tembok di lantai dua.

Sementara Kasie P2B Kecamatan Kebon jeruk, Parulian Purba, menambahkan konstruksi fisik rumah tersebut sudah sesuai standar, namun ia tidak memungkiri jika dalam pengerjaannya terdapat kecerobohan para tukang hingga membuat tembok tersebut roboh. O brn