Jumat, 15 Juli 2011
Pengemis dan Gelandangan Digelandang
Beritabatavia.com - Menjelang bulan suci Ramadhan, jumlah pengemis dan gelendangan grafiknya semakin melonjak. Pemerintah Kota Jakarta tak ingin kecolongan dengan membengkaknya jumlah pengemis dan gelandangan, dengan menggelandang mereka dalam razia khusus selama seminggu.
"Untuk mengantisipasi maraknya penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) di bulan puasa dan Lebaran," kata Kepala Seksi Pelayanan Rehabilitasi Sosial Suku Dinas Sosial Jakarta Utara Israk di Jakarta, Jumat (15/7).
Wilayah yang rawan muncul PMKS antara lain Plumpang-Semper, perempatan lampu lalu lintas Yos Sudarso, Perintis Kemerdekaan, Rawa Malang Cilincing, rumah susun Cilincing, rumah susun Marunda, Terminal Tanjung Priok, perempatan Atma Jaya Pluit, serta kolong dan jembatan Cilincing.
"Masalahnya, banyak orang luar yang masuk Jakarta dan kami tidak bisa melarangnya. Namun akan dipantau dan diawasi di wilayah yang memang rawan PMKS," kata dia. Ia mengimbau masyarakat tidak memberikan uang kepada mereka, yang justru akan membuat jumlahnya bertambah.
Israk mengatakan pihaknya sudah rutin menggelar razia seminggu tiga kali. Biasanya razia digelar pada malam hari. Sejak Januari hingga Juni 2011, sebanyak 300 PMKS sudah terjaring. "Masalah paling tinggi di Jakarta Utara adalah pekerja seks dan orang stres," kata dia. o end