Jumat, 29 Juli 2011

Peredaran uang palsu turun

Ist.
Beritabatavia.com - Bank Indonesia (BI) melaporkan peredaran uang palsu semakin melemah. Sampai Mei 2011 ditemukan 57.380 lembar uang palsu atau enam lembar per satu juta lembar uang asli, dibanding periode yang sama 2010 mencapai 70.104 lembar uang palsu atau 7 lembar per 1 juta lembar uang asli.

"Penurunan ini, karena penindakan pelaku pengedar uang palsu diaktifkan. Juga kewaspadaan masyarakat terhadap uang palsu semakin meningkat, dan sosialisasi BI terhadap uang asli terus digencarkan," papar Mokhammad Dakhlan, Direktur Direktorat Pengedaran Uang (DPU) BI di Jakarta, Jumat (29/7/2011).

Dari hasil temuan BI itu, lanjut Dakhlan, pecahan uang palsu yang paling banyak dipalsukan pecahan Rp100 ribu dan Rp50.000. Tercatat 33.272 lembar atau sebesar 57,99% berupa pecahan Rp100 ribu, dan sebanyak 20.217 lembar atau sebesar 35,23% adalah pecahan Rp50 ribu.

Dilanjutkan, daerah peredaran uang palsu sebagian besar ditemukan di wilayah Jawa Timur mencapai 22.426 lembar, disusul wilayah Lampung sebanyak 3.500 lembar, Nusa Tenggara Barat 250 lembar, wilayah Sumatera Utara hanya sebanyak 91 lembar, dan Sulawesi Utara sebanyak 34 lembar,

Dibandingkan tahun 2010, peredaran uang palsu terbesar di wilayah Jawa Tengah mencapai 77.903 lembar dan wilayah DKI Jakarta dan Banten mencapai 48.844 lembar. "Jadi tahun ini nampaknya ada pola baru wilayah peredaran uang palsu," sambungnya. o end