Senin, 15 Agustus 2011
Ustad Gaul Mantan Junky
Beritabatavia.com - Tak satupun yang tahu apa yang bakal terjadi esok. Tetapi, keinginan kuat dan Doa yang tulus, dapat memberikan kehidupan baru.
LAHIR di Jakarta 12 April 1973 anak ketiga dari lima bersaudara ini diberi nama oleh orang tuanya pasangan H Ismail Modal (pria Ambon) dan Hj Tatu Mulyana (Banten) Jefry Al-Buchori Modal. Belakangan Jefry menjadi seorang ustad kondang yang dikenal dengan Uje. Bahkan dikalangan kaum muda Uje juga digelar sebagai ustad gaul.
Jauh sebelumnya, kehidupan Uje sangat berbeda dengan kondisinya saat ini.Bahkan, banyak yang tidak percaya kalau Uje pernah menjadi seorang junky atau pecandu obat-obat terlarang. Nyaris hidupnya tak pernah lepas dari dunia malam atau dunia gemerlap (dugem). Perjalanan hidupnya penuh dengan tindakan yang sangat dilarang oleh agama seperti maksiat dan mabuk-mabukan.
Padahal, Jefry kecil hidup dan dibesarkan dalam keluarga yang taat agama. Ismail pria asal Ambon adalah sosok ayah yang sangat ketat menanamkan ajaran agama kepada anaknya termasuk Jefry. Sehingga,selepas sekolah dasar, Jefry dimasukkan ke pesantren Daar el-Qolam, Gintung Jayanti, Tangerang.
Tak seorangpun yang tahu apa yang bakal terjadi kemudian hari. Begitu juga Jefry menjadi anak pesantren, tidak langsung membuatnya menjadi seorang anak yang soleh. Justru sebaliknya, Jefry malah lebih dekat kedunia yang dilarang oleh agama.
Ditambah lagi dengan sosok Jefry yang pandai bergaul, sehingga cepat diterima dalam lingkungan kehidupan para pedugem. Hingga, Jefry sempat menjadi budak narkoba.Bahkan, penceramah tampan inipun kerap melakukan kemaksiatan. Saat itulah Jefry hidup tanpa tujuan yang pasti. Hari-harinya dilalui dengan urusan kesenangan duniawai.
Padahal, usia sembilan tahun, Jefri sudah dapat melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran. Beberapa kali menjuarai MTQ.
Selepas pendidikan di pesantren, Jefri malah menemukan kebebasannya sebagai anak muda yang selalu ingin mencoba hal-hal baru. Pada saat itulah, Jefry masuk ke dalam dunia kelam, dunia yang dipenuhi dengan perbuatan-perbuatan dosa. Selama bertahun-tahun, Jefry bergaul dengan berbagai macam obat-obatan terlarang. Tidak ada lagi benteng agama, yang ada hanya keinginan untuk mencoba sesuatu yang baru dan menggoda.
Ditambah lagi perasaan frustasi yang ia rasakan dalam hidupnya. Semuanya bercampuraduk menjadi satu dan menjelma sebagai motivasi bagi dirinya untuk lebih terjerambab di dunia yang kelam.
Awalnya, Jefry masuk ke dalam jeratan Narkoba saat ia terjun di dunia entertainment awal 1991. Kala itu, Jefri diperkenalkan dengan dunia artis di mana segala macam godaan berseliweran. Dari situlah, Jefry mengenal benda haram yang disebut Narkoba itu. Dunia itupula yang memberinya lembaran-lembaran uang dengan mudahnya. Sehingga, bisa untuk memenuhi keinginan barunya. “Namanya juga masih muda,†ujar Jefry sembari tersenyum.
Gaya hidup Jefry berubah 180 derajat. Ia lebih banyak menghabiskan waktu di diskotek dan bar. Minuman-minuman beralkohol pun telah diakrabinya selama beberapa tahun. Seiring berjalannya waktu, Jefry semakin terpuruk dengan kondisi tersebut. Ia semakin sulit untuk lepas dari dunia yang kelam itu.
Kehidupan Jefry kian terperosok jauh, membuatnya semakin frustasi.Akibatnya Jefry makin gemar mengkonsumsi shabu-shabu. Dari dalam dirinya pun sudah tak ada lagi kemauan untuk berubah dan kembali ke jalan yang benar.
Kehidupannya pun semakin tidak terkendali dan berantakan, termasuk studinya di salah satu universitas swasta di Jakarta. Kemudian harus drop out (DO) dari kampusnya.
Bertobat Setelah Mimpi
Tapi kini, Jefry sudah menjadi seorang ustad yang getol memberikan dakwah. Ustad Jefri telah mendapatkan titik balik dalam hidupnya untuk bertobat total dari semua perbuatan haram dimasa lalu.
Jefry percaya telah diberikan suatu hidayah agar mampu berubah dan kembali ke jalan yang benar. Perubahan itulah yang kini mengubah nasibnya yang sebelumnya hitam kelam. Perubahan itu pula yang menjadikan Jefry sebagai ustadz muda yang kerap wira-wiri di layar televisi.
Jefry mampu mengubah jalan hidupnya setelah mendapat hidyah dan sempat mengalami kejadian-kejadian yang sulit untuk dijelaskan secara logika. “Saya sempat bermimpi yang aneh,†ujar Jefry. Di dalam mimpinya tersebut, Jefry melihat jenazahnya sedang disiksa oleh malaikat akibat dari segala macam perbuatan maksiat yang telah ia perbuat. Tak hanya itu, ia juga sempat melihat banyak kehancuran di dunia ini setelah kiamat datang. Di dalam mimpinya, ia juga diperlihatkan banyak cahaya putih. Sementara Jefry berjalan di tengah-tengah kuburan.
“Terasa banget kok saat disiksa,†imbuhnya. Selain itu, motivasi dari keluarga, menjadi latar belakang Jefry untuk berubah. Salah satu orang yang paling berjasa dalam proses perubahan hidupnya itu tidak lain adalah ibunya, Hj. Tatu Mulyana. Sebagai seorang ustadzah, Tatu tak pernah berhenti untuk memberikan nasihat kepada anak lelakinya itu. Namun, seperti yang diakui Jefry, perubahan tidak akan pernah terjadi tanpa adanya kemauan yang timbul dari dalam dirinya.
“Ibaratnya seorang bayi yang tidak selalu akan menjadi bayi,†ujarnya sedikit berfilsafat.
Kini, perubahan dalam dirinya telah menampakkan hasil. Jefry telah lahir kembali menjadi manusia yang lebih bermakna. Dengan ceramah-ceramahnya yang menarik, Jefry semakin laris manis muncul di layar kaca.
Seiring dengan perjalanan karirnya yang cukup sukses, kehidupan keluarganya pun semakin membaik dan harmonis. Memiliki istri yang cantik, anggun dan menawan, adalah salah satunya. Bahkan Pipik Dian Irawati yang selalu menemani Jefry saat masih terlibat obat-obatan terlarang. Telah memberinya empat anak Adiba Khanza Az-Zafira, Abidzas Al Ghifari, Ayla Azuhro, dan Ataya Bilal Rizqulloh.0 ato