Senin, 15 Agustus 2011
KPK Didesak Selidiki Korupsi BUMN
Beritabatavia.com - Komite Pimpinan Pusat Ferasi Serikat Pekerja BUMN Bersatu, Arief Poyuono mengemukan Laba bersih 142 perusahaan pelat merah pada semester I pada tahun ini tercatat Rp 69,36 triliun. Angka itu naik 38,86 persen diÂbanding Rp 49,95 triliun semester I 2010 yang dipaparkan menteri BUMN.
"Sebenarnya bukanlah suatu prestasi yang yang membanggakan karena laba bersih dari 142 BUMN itu lebih banyak ditopong BUMN sector perkebunan, Sektrortambang dan migas serta sector telekomunikasi dan sector perbankan," ungkap Arief Poyuono di Jakarta, Senin (15/8).
Kenaikan laba BUMN dari keempat sector itu, lanjut dia, karena diuntungkan dengan keadaan situasi dunia khususnya dengan tingginya harga minyak dunia di ikuti dengan naiknya harga emas, untuk sector BUMN pertambangan jelas mendapatkan keuntungan yang luar biasa karena banyak perusahaan didunia yang mengantikan kebutuhan energinya dari minyak bumi menjadi mengunakan batubara .
Juga BUMN perkebunan khususnya perkebunan kelapa sawit yang menghasilkan CPO keuntungannya juga tidak terlalu membanggakan karena jika dibandingkan dengan perusahaan swasta yang bergerak dibidang perkebunan sawit justru laba yang dinikmati perusahaan swasta lebih tinggi dari BUMN perkebunan sawit, paparnya.
"Artinya, masih banyak kebocoran di perkebunan sawit milik BUMN, juga untuk sektor BUMN
penghasil Gula keuntungan mereka lebih karena penghasilan yang didapat dari hasil jualan
import Gula saja," unngkap Arief.
BUMN perkebunan sawitpun diuntungkan karena adanya issue go green dan tingginya harga minyak dunia sehingga banyak CPO digunakan untk menjadi bahan bakar, lanjutnya.
Dilanjutkan untuk BUMN sektor perbankan, siapapun yang menjalankan pasti akan untung karena keuntungan perbankan BUMN masih ditopong dari bunga rekap yang setiap tahunnya didapat dari APBN,
"Dan untuk core bisnisnya laba yang didapat dari sector kredit komsuismsi saja seperti
pengunaan kartu kredit oleh masyarakat , kredit barang barang komsusmsi , tetapi kalau mau jujur perbankan BUMN sebenarnya telah gagal menjalankan fungsi intermediasi bank ,dimana seharusnya Perbankan BUMN lebih bisa diharapakan mendapatkan labanya dari sector kredit usaha datau korporasi
Dikatakan, untuk sektor telekomunikasi pun keuntungan yang didapat karena TELKOM lebih banyak ditopang untuk mendapatkan keuntunganya dari anak perusahaan nya yaitu Telkomsel , sedangkan dari sector usaha yang lainya tidak terlalu signifikan .
Perlu diingat laba dari 142 BUMN lebih didominasi dari 18 BUMN yang sudah go public yaitu TelÂkom mencatat laba bersih tertingÂgi (Rp 8,02 triliun), Bank BRI (Rp 6,8 triliun), disusul Bank ManÂdiri (Rp 6,3 triliun), PGN (Rp 3,2 triliun), Bank BNI (Rp 2,7 triliun), Semen Gresik (Rp 1,8 triliun), Bukit Asam (Rp 1,6 triliun), Krakatau Steel (Rp 1,09 triliun), dan Aneka Tambang (Rp 996,7 miliar).
Artinya, sambung dia, laba itu tidak sudah penuh didapatkan oleh pemerintah. Mengingat, untuk BUMN sektor kontruksi khususnya ADHI Karya, dengan banyak proyek yang didapatkan perusahaan tersebut baik dari proyek pemerintah sendiri sebenarnya dari laporan labanya yang hanya mendapatkan Rp 21,6 miliar
"Karenanya, perlu dilakukan audit investigasi oleh KPK, apalagi BUMN ini disinyalir banyak mengelontorkan uang untuk broker broker proyek pemerintah dari Pratai Demokrat seperti ucapan Nazzarudin yang mengaku mendapatkan hampir 200 milyar dari proyek pembangunan pemusatan atlit dari Menpora," paparnya.
Sehingga sudah dapat dijadikan bukti akibat Adhi Karya memberikan jumlah uang yang cukup besar bagi Nazzarudin maka laba yang didapat menjadi lebih kecil karena bengkaknya biaya siluman untuk hangky panky pada petinggi petinggi partai Demokrat, lanjut dia.
Karena itu, KPK dan Kejaksaan Agung harus melakukan suatu sistim investigasi gaya baru
untuk meyelidik terjadinya tindak pidana korupsi di BUMN dengan membandingkan antara laba yang didapat BUMN dengan produksi yang dilakukan BUMN, serta asset dari BUMN, tegasnya. o end