Rabu, 24 Agustus 2011
Kekasih Hamil, Polisi Bunuh Diri
Beritabatavia.com - Brigadir Dua Simon Senoken Medo (23), anggota Kepolisian Resor Manggarai, Nusa Tenggara Timur, diduga bunuh diri karena terus didesak kekasihnya, Yov, untuk bertanggung jawab atas kehamilannya.
"Dari pengakuan kekasih korban, mereka sempat cekcok, dan Yov menuntut korban bertanggung jawab karena dirinya hamil. Hal ini akan kami dalami apakah hanya sebuah gertakan atau memang yang bersangkutan benar-benar hamil," kata Kepala Polres Manggarai Ajun Komisaris Besar Ponjo Soediantoko di Ruteng, Rabu (24/8).
Simon tewas bunuh diri dengan menembakkan senjata V2 Sabhara ke mulutnya, Selasa
(23/8) sekitar pukul 11.00 Wita, di Markas Polres Manggarai.
Keponakan Gubernur NTT Frans Lebu Raya itu juga bingung karena orangtuanya telah
menjodohkan dirinya dengan perempuan dari Flores Timur, tempat asalnya. Bahkan dia juga
sudah bertunangan.
Kapolres Manggarai, AKBP Pontjo Soediantoko, mengakui senjata api itu sengaja disiagakan di Mapolres Manggarai, NTT untuk mengantisipasi adanya ancaman teroris, ternyata malah dipakai bunuh diri.
“Senjata itu diadakan untuk mengantisipasi adanya ancaman teroris, pasca penangkapan teroris di Bima. Ancaman itu bisa saja ke Polres-Polres di Flores. Sehingga, keberadaan senjata itu juga dibenarkan. Namun, akhirnya juga jadi salah, karena ada anggota yang justru menggunakan untuk aksi tidak terpuji dengan membunuh diri,†tegas Soediantoko seperti dikutip tribunnews.com. o end