Senin, 29 Agustus 2011
Urbanisasi Kembali Hantui Pemprov DKI
Beritabatavia.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali harus dipusingkan oleh arus urbanisasi pasca lebaran. Pasalnya minimnya kesempatan bekerja di daerah makin menambah keinginan orang untuk mengadu nasib di ibukota.
Direktur Program Lingkungan dan Perkotaan- Institut Hijau Indonesia, Selamet Daroyni mengatakan kurangnya lapangan pekerjaan lantaran perubahan iklim atau berkurangnya lahan pertanian.
Dia meminta Pemprov DKI Jakarta segera berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk mencari solusi urbanisasi, salah satunya penyediaan lapangan pekerjaan.
“Mereka ini berlomba-lomba ingin datang ke Jakarta karena tidak punya penghasilan di kampung halamannya. Dan untuk itu saya kira Pemerintah DKI Jakarta karena dekat dengan pemerintah pusat agar membuat satu skenario bagaimana membangun kegiatan ekonomi yang melibatkan semua departemen terutama departemen tenaga kerja, perindustrian, perdagangan bahkan mungkin transmigrasi, supaya tidak menjadi persoalan di Jakarta,†papar Selamet ketika dihubungi, Senin (29/8).
Pada 2010, data dari Posko Angkutan Lebaran Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyebutkan, jumlah arus balik bertambah 55 ribu orang.
Padahal kepadatan penduduk di Ibukota Jakarta cukup mengkhawatirkan, karena sudah menyentuh angka 13 ribu jiwa tiap kilometer persegi. Kepadatan penduduk juga berdampak pada berkurangnya daerah resapan air dan sistem drainase kota. Selain itu, kawasan pemukiman kumuh di Jakarta juga semakin luas karena mencapai 20 persen dari total luas Jakarta. O brn