Sabtu, 03 September 2011
Permintaan PRT Meningkat Selama Ramadhan Dan Idul Fitri
Beritabatavia.com - Permintaan Pembantu Rumah Tangga (PRT) dan Baby Sitter meningkat saat Ramadhan dan Idul Fitri di Jakarta, karena PRT yang bekerja di rumah warga selama ini mudik. Hal ini membuat banyak agen penyalur di Jakarta kerepotan dalam menjawab kebutuhan pelanggan mereka. Seperti yang dialami Yuni, pengurus Yayasan Santa Theresia, yang berlokasi di Cempaka Baru, Kecamatan Kemayoran, Jakarta Pusat.
“Aduh, saya sampai nggak jawab lebih dari 10 telpon masuk hari ini, gara-gara sudah nggak ada tenaga PRT maupun Baby Sitter,†ujarnya. Yuni sendiri melanjutkan usaha milik mendiang Ibunya, Ny. Menuk Saragih. Yayasan ini diresmikan pertama kali pada tahun 2000.
Yayasan Santa Theresia menyalurkan PRT dan BS setiap harinya ke berbagai tempat di Jakarta, Nusantara seperti Manado, Batam, dan Papua bahkan sampai luar negri seperti Pakistan, Malaysia, dan Singapura. Persyaratan antar tiga tempat tujuan tersebut pun mempengaruhi pembayaran, semakin jauh, semakin tinggi pembayarannya. Harga normal, PRT digaji Rp 500 ribu – Rp 900 ribu per bulan. Sedangkan, gaji baby sitter pun berbeda tergantung klien yang diurus: jika balita digaji Rp 850 ribu – Rp 1, 3 juta per bulan; jika klien bayi (1 tahun ke bawah) dan lansia/manula digaji Rp 1,5 juta – Rp 1,8 juta per bulan.
Yuni mengatakan, dalam bulan Ramadhan, mereka telah menetapkan tarif khusus dengan sediakan Paket Lebaran Infal. Ini berarti, pelanggan bisa memesan tenaga PRT per hari. Pembayaran juga dihitung per hari kerja.
“Untuk PRT maupun BS yang keluar negeri maupun keluar kota, minimal dikontrak satu tahun dengan tarif Rp 2,5 juta/bulan per baby sitter. Dan, untuk PRT sebesar Rp 1,6 juta/bulan per orang,†urai Yuni.
Sedangkan khusus selama bulan Ramadhan, Yuni menyediakan paket khusus Lebaran dengan hitungan per hari. Kalau PRT dibayar Rp 170 ribu per hari dan untuk Baby Sitter sebesar Rp 120 ribu per hari.
Tenaga PRT serta BS didatangkan dari beberapa daerah di Indonesia, antara lain Jawa, Lampung—Lampung Jawa, Lampung Batam, Lampung besar—Pandeglang, dan Cilacap. Rata-rata pekerjanya terdiri dari perempuan, minimal 15 tahun. Kebanyakan tenaga PRT berasal dari lingkungan yang minim secara ekonomi, kata Yuni, yang juga memberi pelatihan bekerja bagi PRT yang baru pertama kali melamar.
“Mereka juga berasal dari latar belakang ekonomi rendah dan banyak pula yang putus sekolah bahkan ada yang belum bisa baca dan tulis,†ujar Yuni. Pernah kejadian, lanjutnya, seorang pekerja diminta tanda tangan sebuah nota pengambilan gaji senilai Rp 1,7 juta, nyatanya, yang dibayarkan hanya Rp 700 ribu.
Karena tak ingin PRT nya dipermainkan, Yuni selalu meluangkan waktu melatih bekerja bagi pekerja yang baru. Kejujuran adalah hal yang paling utama. Menurutnya, ilmu bisa dipelajari namun kejujuran tak bisa dipelajari tetapi harus ditanamkan sejak dini. Untuk itu, dia selalu berusaha memberi pembekalan bekerja sebelum PRT maupun BS diterjunkan. Diakuinya, yayasan mereka tidak ada pemotongan gaji seperti halnya yayasan lain yang biasa potong 10% dari gaji PRT juga BS.
Selama Ramadhan hingga Idul Fitri, sedikitnya 300 tenaga Pembantu Rumah Tangga (PRT) dan Baby Sitter (BS) telah disalurkan Yayasan Santa Theresia. Sementara itu, tambahan 80 tenaga PRT dan Baby Sitter telah disalurkan khusus dalam rangka menyambut hari libur perayaan Idul Fitri 1432 H, dengan waktu minimal pengambilan pekerja 10 hari. O brn